BANTUL – Setelah partai Golkar, kini giliran Partai Hanura menyuarakan pemberantasan korupsi di semua lini. Sebab, praktik korupsi yang melibatkan banyak penyelenggara negara belakangan ini menyebabkan Indonesia terjerembab dengan predikat sebagai negara terkorup.
“Merugikan negara, dan memalukan, bahkan membuat negara kita nggak terhormat,” terang Ketua Umum Partai Hanura Wiranto usai menghadiri kampanye terbuka di lapangan Pendowoharjo, Sewon kemarin (2/4).
Saking parahnya, hampir 18 dari 34 gubernur se-Indonesia tersandung persoalan hukum gara-gara korupsi. Hal tersebut diperparah lagi dengan banyaknya bupati dan wali kota se-Indonesia yang terbelit praktik haram tersebut. “Lebih 138 dari 494 bupati dan wali kota di Indonesia terkena korupsi,” sebutnya.
Karena itu, calon presiden Partai Hanura ini menambahkan, tak mengherankan di usianya yang ke-69 tahun jika Indonesia masih tertinggal dengan beberapa tetangga, seperti Malaysia, Singapura, Vietnam dan Thailand. “Korupsi menghambat pembangunan,” tegasnya.
Wiranto berpendapat pemberantasan korupsi patut mendapatkan perhatian serius. Selain langkah pencegahan, pemberantasan korupsi seharusnya juga dengan cara memiskinkan koruptor, atau bahkan memberikan hukuman mati. “Untuk pencegahan dengan menggalakan gerakan moral untuk tidak korupsi,” tandasnya.
Dalam kesempatan itu, Wiranto juga menyindir presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Sebagaimana diketahui, presiden SBY merangkap jabatan sebagai ketua umum Partai Demokrat.
“Birokrat jangan kemudian menghidupkan dwi fungsi lagi. Kalau saya sebagai panglima ABRI sudah menghapus dwi fungsi ABRI. Jangan dwi fungsi ini diambil alih oleh birokrat,” sindirnya.
Rangkap jabatan yang disandang presiden sama halnya bentuk pengingkaran terhadap amanat yang diberikan rakyat. Kesibukan sebagai ketua umum Partai Demokrat justru akan memicu urusan pemerintahan semakin tak maksimal.
“Saya tak sependapat dengan banyaknya birokrat yang beramai-ramai rangkap jabatan,” urainya dihadapan ribuan massa yang hadir dalam kampanye terbuka tersebut. (zam/ila)
 

Breaking News