RADAR JOGJA – Kelinci, memang sudah lama dikenal sebagai peliharaan yang menggemaskan. Namun bagaimana dengan jenis dan perawatan kelinci pedaging impor? Berikut penjelasannya oleh Suryadi, 46 pemilik peternakan kelinci Surya Jaya Rabbit yang beralamat di Kalurahan Gerbosari, Kapanewon Samigaluh, Kulonprogo.

IWAN NURWANTO, KULONPROGO, Radar Jogja

Bentuknya yang lucu, serta halus bulunya membuat orang tertarik untuk memelihara binatang bertelinga panjang tersebut. Tapi, seperti halnya jenis hewan lain, kelinci pun memiliki berbagai jenis. Termasuk yang lokal maupun impor.

Suryadi mengungkapkan bahwa kelinci pedaging impor memiliki banyak jenis. Adapun yang kini ia kembangkan yakni jenis New Zealand White, Flemish Giant, Rex, Califfornian, Hyla dan Hycoll. Kesemuanya merupakan kelinci pedaging impor yang bisa dipelihara dan ikut dalam berbagai kontes.

Setiap jenis kelinci itu memiliki bentuk dan harga yang berbeda-beda pula. Contohnya Flemish Giant dengan ciri khas badan besar, Rex yang bulunya sangat halus dan New Zealand White yang bulunya dominan berwarna putih. Jika dibandingkan kelinci lokal, kelinci impor memang cenderung memiliki badan lebih besar dan bulu yang indah.”Yang paling mahal adalah jenis Rex dan Flemish Giant. Untuk anakan harganya sekitar Rp.2 juta, apabila dewasa bisa mencapai 4-6 juta,” terang Suryadi saat ditemui Radar Jogja, kemarin (8/10).

Selain lucu dan menggemaskan, memiliki hewan peliharaan kelinci ternyata lebih aman bagi anak-anak. Sebab kelinci merupakan hewan pemakan tumbuhan yang tidak agresif dan menggigit seperti kucing atau anjing.

Terkait dengan pemeliharaan, sejatinya memelihara kelinci bukanlah hal yang sulit. Hal terpenting dalam perawatan salah satu hewan mamalia itu adalah menjaga kebersihan kandang. Sisanya hanya tinggal memberi pakan dan vitamin secara rutin.

Pakan kelinci pun juga mudah didapatkan, karena untuk saat ini sudah banyak pakan berupa pelet yang beredar di pasaran. Sehingga tidak perlu susah-susah mencari rumput atau menyimpan wortel.”Dibanding rumput atau wortel, pemberian pakan pelet justru lebih bagus. Karena pelet lebih memiliki banyak vitamin yang dibutuhkan kelinci,” imbuh Suryadi.
Selain untuk peliharaan, Suryadi menambahkan bahwa kelinci pedaging impor merupakan jenis hewan yang mudah kembang biakan. Permintaan pasar pun tergolong tinggi karena berbagai jenis impor bisa dipelihara untuk kelinci hias maupun pedaging.

Puluhan tahun bergerak di bisnis kelinci impor, Suryadi mengaku sering kewalahan menuruti permintaan konsumen terhadap kelinci-kelincinya. Peminatnya pun berasal dari berbagai daerah di antaranya Kebumen, Magelang, Gunungkidul bahkan ada yang dari Lampung. “Untuk omzet paling ramai saya bisa mendapat sampai Rp 12 juta per bulan. Kalau sepi ya sekitar Rp 6 juta-an,” katanya. (pra)

Boks