RADAR JOGJA – Di tengah pandemi Covid-19 banyak yang terdampak. Tak terkecualii sektor Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang mengalami kesulitan dalam hal dana operasional dan melaksanakan sistem belajar baru. Yaitu Belajar Dari Rumah (BDR). Agar pembelajaran tetap berjalan, guru dan wali murid satuan PAUD sejenis (SPS) An Nurumi, Bendan, Tirtomartani, Kalasan, Sleman, harus berinovasi membuat pot lukis.

PANJI RENDRA, SLEMAN, Radar Jogja

Kreativitas menjadi kunci bisa bertahan di era pandemi Cavid-19 ini. Termasuk bagi guru maupun wali murid SPS An Nurumi. Apalagi SPS An Nurumi adalah PAUD Non Formal yang selama ini tidak menarik Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP). “Untuk operasional sekolah hanya mengandalkan infaq dari Ta’mir Masjid An Nurumi dan orang tua siswa,” kata guru SPS An Nurumi Fefin Dwi Setyawati di sela-sela kunjungan tim penilai Lomba Apresiasi Gugus PAUD Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman di SPS An Nurumi, Minggu (4/6).

Fefin mengatakan,sebagai upaya agar pembelajaran tetap berjalan dimasa pandemi ini, SPS An Nurumi membentuk komunitas wirausaha kreatif terdiri dar guru dan KPO (Kelompok Pertemuan Orang Tua/Wali Murid). Produk yang dipilih sederhana, menarik, mudah dibuat, namun juga mudah dipasarkan dan bernilai ekonomi. “Tercetuslah konsep Pot Lukis ini,” katanya.

Menurut dia, pot lukis akan sangat menjual karena di tengah pandemi tanaman hias indoor sedang banyak diminati penghobi tanaman hias. Hasil penjualan akan langsung diberikan kepada pembuat pot lukis baik orang tua maupun guru. Bagi orang tua hasil tersebut akan digunakan untuk tambahan biaya pendidikan anak. “Untuk guru digunakan untuk menambah biaya operasional dalam keperluan mendidik,”ungkapnya.

Selain itu lukisan yang dibuat juga tidak asal. Misalnya, ikon maupun motif tanaman endemis Kabupaten Sleman. Seperti bambu dan parijoto. Juga ada quote atau kalimat motivasi seperti Bangkit Bersama Atasi Pandemi, Jaga Aku Jaga Dirimu, Patuhi Prokes (Protokol Kesehatan) dan sebagainya. “Hal itu sekaligus untuk selalu mengingatkan masyarakat yang membeli untuk mematuhi Prokes,” tandas Fefin.

Sementara itu Ketua Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Iindonesia – Persatuan Guru Republik Indonesia Kabupaten Sleman Sri Murbani menuturkan, lembaga-lembaga PAUD harus mengoptimalkan apa yang ada dengan berinovasi seperti yang dilakukan SPS An Nurumi. Dia menilai Pot Lukis yang dibuat Guru dan KPO SPS An Nurumi kelihatannya sederhana, tapi memiliki banyak nilai positif di dalamnya. “Banyak pesan moral, terutama edukasi dan penananaman karakter kepada anak,” katanya.

Senada diungkapkan juga oleh Ketua Bidang Diklat dan Litbang Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI) Kabupaten Sleman, Ratna Dwi Rahayu, yang menyebut, inovasi yang dilakukan guru dan orang tua sisiwa SPS An Nurumi patut di apresiasi. Dia berharap Nurumi layak menjadi contoh lembaga PAUD di Kabupaten Sleman. “Nanti Inovasi SPS An Nurumi bisa diimbaskan (ditularkan) ke PAUD lainnya di Sleman,” ujar Ratna (pra)

Boks