RADAR JOGJA – Siang itu, Endang Supriyadi, 28, waga Jawa Barat, salah satu pekerja tambak udang di selatan YIA terlihat pontang-panting. Tambaknya dijebol dengan digaruk alat berat kemarin (26/12). Ia berusaha menyelamatkan udang yang berumur sekitar 50 hari.

“Sebetulnya saya tahu akan ditertibkan. Ini juga masih nunggu pembelinya yang sudah dihubungi sejak pagi (kemarin) tidak kunjung datang. Saya tadi juga sudah memohon minta waktu sore atau besok pagi. Tapi, operator alat beratnya mungkin kurang dengar. Jadi, kegaruk. Alhamdulillah masih bisa saya selamatkan,” ucapnya.

Menurutnya, berdasarkan informasi yang diperolehnya, penertiban akan dilakukan dua hari. Dia pun sudah beberapa kali menghubungi bakul alias pembeli udang. Namun, bakul itu ternyata masih memanen udang di daerah lain. “Sudah dari kemarin saya hubungi. Tapi, bakul-nya masih sibuk. Katanya pagi tadi tapi sampai siang ini belum juga datang. Saya tahu dan tidak mungkin saya melawan pemerintah,” ujarnya.
Dijelaskan, tambak udang yang dikelolanya ditebari benur sebanyak seratus ribu ekor. Usianya sudah 50 hari dari target masa budidaya 60 hari. Bobotnya mencapai sekitar 90 ekor per kilogram. Perkiraaan panen sekitar tujuh kuintal dengan perkiraaan harga Rp 60 ribu per kilogram.

“Kalau idelanya kurang sepuluh hari lagi untuk size maksimal. Saya juga sudah tahu kalau umur udang hanya bisa sampai lima puluh hari karena akan ditertibkan. Ini juga mau dipanen tapi pembelinya masih panen udang di tempat lain. Modalnya sekitar Rp 26 juta sama pakan. Semoga masih bisa balik modal dan tidak banyak udang yang kabur setelah jebol tadi,” jelas Endang, yang mengaku sudah ikut menambak di selatan YIA selama dua tahun ini.

Proses penertiban atau penggusuran tambak udang selatan YIA ditujukan untuk mitigasi bencana atau sabuk hijau penahan tsunami. Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kulonprogo menargetkan penertiban tuntas dalam dua hari yakni 26 dan 27 Desember
Tiga unit alat berat dikerahkan untuk meratakan tambak. Dikawal anggota keamanan dari Satpol PP, TNI/Polri, dan DKP Kulonprogo.

“Hari ini (kemarin) kami melanjutkan pekerjaan peneritban tambak udang sesuai rencana. Sedikitnya ada 371 personel gabungan TNI/Polri, Sapol PP, dan DKP yang dilibatkan dalam penertiban kali ini. Sejauh ini beralan lancar sesuai rencana,” kata Kabag Ops Polres Kulonprogo Kompol Sudarmawan di sela penertiban.

Kepala DKP Kulonprogo Sudarna menyatakan, pihaknya sudah memberi kelonggaran waktu kepada para petambak. Tindakan yang dilakukan sudah sesuai kesepakatan. Imbauan agar tidak menebar benih dan segera memanen udang sudah diberikan.
“Sesuai kesepakatan, kami melakukan peneriban ini. Target kami dua hari selesai. Hari ini (kemarin) sekurang-kurangnya sudah separo dari total 95 tambak sudah diratakan. Sisanya besok (hari ini). Harapannya sesuai rencana,” ucapnya. (tom/amd)

Boks