Mimpi bisa diraih dengan kerja keras. Plus doa dan restu orang tua. Rumus itulah yang dipercaya oleh Ananda Hafidh Rifai Kusnanto, peraih nilai sempurna UNBK asal Sukoharjo, Jawa Tengah yang mendapat beasiswa di UGM.

JAUH HARI WAWAN S, Sleman

SEKILAS, tidak ada yang istimewa dari sosok Ananda Hafidh Rifai Kusnanto. Pemuda 17 tahun asal Desa Wirogunan RT 02/03, Kartosuro, Sukoharjo, itu berperawakan kurus. Kulitnya sawo matang. Kacamata juga menjadi teman setianya.

Ananda, begitu dia disapa, sama seperti remaja lain seusianya: muda, bersemangat, punya mimpi, dan cita-cita. Yang membedakan dengan pemuda lain seusianya adalah prestasinya.

Di tengah keterbatasan biaya yang dia alami, dia tetap semangat menuntut ilmu. Ananda bercerita bahwa sang Ibu, Supadmi, 50, saban pagi berjualan mainan di SDN 03/04 Pucangan, sekitar tiga kilometer dari rumahnya.

Sang ayah telah berpulang tiga tahun lalu. Dan, ketiga adiknya masih menempuh jenjang pendidikan. Dua perempuan dan satu laki-laki. Adiknya yang tertua duduk di kelas 11 SMA. Dua lainnya bersekolah di SD yang sama tempat ibunya berjualan.

Semangat dan kerja keras itu pula yang mengantarkan Ananda diterima di Jurusan Teknik Elektro Universitas Gadjah Mada (UGM). Melalui jalur khusus: undangan. Otomatis kesibukannya kini hanya menunggu tahun ajaran baru dimulai.

”Tapi saya juga tengah melakukan persiapkan seleksi nasional Olimpiade Astronomi,” kata Ananda.

Jika lolos seleksi, dia nantinya berkesempatan mengikuti perlombaan tingkat internasional di Hungaria pada Agustus mendatang.

”Ya semoga bisa ikut perlombaan,” harap pemuda berkacamata itu.

Nama Ananda mulai menjadi pembicaraan bukan karena peluang keikutsertaannya pada Olimpiade Astronomi tersebut. Namun, berkat nilai sempurna yang dia raih dalam ujian nasional berbasis komputer (UNBK). Dari keempat mata pelajaran yang diujikan, yakni Matematika, Bahasa Indonesia, Kimia, dan Bahasa Inggris, dia mendapat nilai 100 alias sempurna.

Ketika mengetahui raihannya itu, Ananda mengaku terkejut. Walaupun banyak pihak yang sudah mengakui kemampuan akademisnya. Meraih nilai sempurna dalam UNBK, menurutnya, adalah sesuatu yang di luar dugaan.

”Tidak menyangka saja. Rasanya seperti itu hal yang tidak mungkin,” tutur alumni SMAN 4 Surakarta itu.

Tidak ada trik khusus yang dilakukan Ananda selama ini. Dia sama sekali tidak pernah mengikuti bimbingan selain yang diberikan sekolah. Hal itu karena dia sadar kemampuan keuangan orang tuanya.

Pola belajarnya juga sama dengan yang lain. Setiap hari dia hanya belajar secukupnya dengan buku pelajaran dan latihan soal yang disediakan sekolah.

”Dengan usaha dan doa yang tekun, syukur bisa mendapat hasil yang maksimal,” ungkap pemuda yang meraih medali perak Olimpiade Astronomi saat duduk kelas X itu.

Supadmi tidak terlalu terkejut dengan prestasi putranya selama ini. Dia justru heran dengan jurusan yang dipilih Ananda. Yaitu, teknik elektro. Supadmi melihat, pilihan itu tidak sesuai dengan bidang yang ditekuni anaknya selama ini. Yakni, Astronomi.

”Pamannya menyarankan Ananda untuk memilih jurusan itu (teknik elektro, Red) jika tidak ingin menganggur setelah lulus,” ungkapnya.

Selain itu, Supadmi menceritakan jika anaknya memiliki gagasan yang ingin diwujudkan. Dan, gagasan itu bisa terwujud jika kuliah di jurusan tersebut.

“Sekali waktu Ananda pernah bercerita saat mempelajari Astronomi di SMA, ia menyadari tentang energi surya sebagai sumber daya alternatif. Dengan masuk teknik elektro ingin belajar membuat mesin yang bisa mewujudkan gagasan itu,” kenangnya.

Justru yang menjadi kekhawatirannya adalah masalah biaya. Meskipun anaknya diterima dengan status mahasiswa bidikmisi, dia tetap merasa belum cukup untuk menutupi seluruh biaya hidup selama berkuliah.

”Paling khawatir adalah masalah tempat tinggal. Saya dengar untuk kos paling murah di sana mencapai Rp 500 ribu per bulannya,” keluhnya.

Namun, dia akhirnya bisa bernafas dengan lega karena banyak tawaran bantuan berdatangan dari berbagai pihak. Mulai dari beasiswa hingga tempat tinggal. “Saya menyampaikan rasa terima kasih, kelak semoga dia bisa sukses sehingga bisa membanggakan bangsa dan memperbaiki kehidupan keluarga,” harapnya. (zam/rg)

Boks