JOGJA – Mencari perhatian publik agar datang ke TPS bisa dilakukan dengan banyak cara. Di TPS 65 Bantul petugas KPPS berkostum superhero. Berikut kemeriahan suasana pencoblosan surat suara pemilu, Rabu (17/4).

IWAN NURWANTO, Bantul

WINDA ATIKAIRA PUSPITA, Sleman

Mereka tak sekadar mengenakan kostum superhero. Tapi juga bergaya. Ala pahlawan super, sesuai kostum yang dikenakan. Tak pelak aksi mereka kerap mengundang tawa hadirin. Warga Dusun Kasihan, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul. Yang sejak pagi telah memadati tempat pemungutan suara (TPS). Untuk memberikan hak pilih mereka. Keberadaan anggota kelompok panitia pemungutan suara (KPPS) berkostum superhero menjadi hiburan tersendiri. Warga yang antre menunggu giliran pun tak menjadi bosan. “Sangat menarik. Panitianya kreatif,” puji Indah Wahyu Nurati, 22, usai mencoblos surat suara. “Dekorasi TPS juga unik,” tambahnya.

Warga lain, Putri Wahyu Ningsih, merasakan hal serupa. Menurutnya, dekorasi TPS dan penampilan anggota KPPS mampu menjadi daya tarik masyarakat. Sehingga mereka berbondong-bondong datang ke TPS sejak pagi. “Tentu dampaknya positif. Bisa mengurangi golput,” katanya. Putri juga merasa adanya peningkatan antusiasme masyarakat yang menggunakan hak suara. “Semoga semua mantap dengan pilihan masing-masing. Dan (calon presiden/dewan, Red) yang terpilih bisa amanah,” harapnya.

Kostum superhero yang dikenakan anggota KPPS 65 Bantul cukup beragam. Ada yang berlagak seperti Spiderman, lengkap dengan penutup kepalanya. Ada pula Captain Amerika. Juga Power Ranger, yang lengkap dengan helmnya. Bahkan Gatotkaca pun ada. Komplet dengan sayap dan mahkotanya. Sang ketua KPPS sendiri, Bekti Raharjo, mengenakan kaus berlogo Superman. Bekti sengaja memilih kostum nyentrik sebagai magnet warga yang memiliki hak pilih. “Supaya mereka punya keinginan datang ke TPS dan tidak golput,” ujarnya.

Tujuan utama pengenaan kostum itu bisa dibilang berhasil. Antusiasme kehadiran masyarakat ke TPS cukup tinggi. Setidaknya itu yang dirasakan Bekti. “Kalau dulu kan masyarakat datang ke TPS, mencoblos, lalu pulang,” kata Bekti. “Sekarang beda. Setelah mencoblos beberapa warga tinggal dulu di TPS untuk berfoto (dengan anggota KPPS, Red),” sambungnya.

Panitia bahkan menyiapkan photobooth, khusus bagi warga yang ingin berfoto-foto di TPS.

Untuk mendapatkan kostum superhero tentu bukan perkara mudah. Apalagi pemakainya orang dewasa. Beda dengan anak-anak. Kostum superhero anak-anak lebih mudah ditemukan di toko-toko pakaian. Butuh waktu seminggu bagi anggota KPPS 65 Bantul untuk menyiapkan segala sesuatunya. Termasuk bahan-bahan dekorasi TPS. Semuanya menghabiskan biaya sekitar Rp 4 juta. Dananya diperoleh dari hasil patungan petugas KPPS. Ditambah sumbangan warga setempat. “Kostumnya kami sewa di penyewaan alat-alat pesta di desa sini,” ungkap Bekti.

MENUNGGU ANTREAN: Warga Kedung Banteng, Sumberagung, Moyudan, Sleman berpose dengan ular di TPS 16, Rabu (17/4). (WINDA ATIKAIRA PUSPITA/RADAAR JOGJA)

Beda lagi suasana di TPS 16 Kedung Banteng, Sumberagung, Moyudan, Sleman. Untuk menarik perhatian warga KPPS setempat menggandeng aktivis Kampung Satwa. Maka jadilah TPS 16 Kedung Banteng menjadi semacam kebun binatang mini dadakan.

Sambil menunggu antrean mencoblos, warga dikenalkan tentang jenis-jenis satwa. Mereka juga bisa berfoto dengan satwa yang dipamerkan. Seperti ular, biawak, atau hewan melata lainnya.

“Kami memang sengaja adakan momen ini. Untuk pembelajaran kepada masyarakat. Agar lebih cinta lingkungan, satwa, dan tumbuhan,” jelas Ketua KPPS TPS 16 Kedung Banteng Rudi KH. (tif/cr8/yog/rg)

Boks