DWI AGUS/RADAR JOGJA
BAHAGIA: Yessica Sukarestu menerima tiara dari Hakka Amoi Dunia 2012 Gu Jiashan dalam perhelatan Hakka Amoi Indonesia yang pertama kali diadakan di Jogjakarta, Minggu malam (27/3).

Bangga Bawa Nama Bangsa ke Ajang Internasional

Perhelatan Hakka Amoi Indonesia 2016 yang dihelat di Jogja, Minggu malam (27/3) sudah berakhir, Yessica Sukarestu terpilih sebagai Hakka Amoi. Dia pun resmi mewakili Indonesia ke ajang Hakka Amoi Dunia di Tiongkok pada September nanti.

DWI AGUS, Sleman
WAJAH sumringah penuh senyum terpancar dari perempuan yang mewakili Hakka Amoi Kalimantan Barat ini usai tiara disematkan di kepalanya. Apalagi, dia berhak mewakili Indonesia dalam ajang Hakka Amoi Dunia.

“Ini tanggung jawab yang akan saya bawa. Tidak hanya sebagai duta bagi Hakka, tapi juga Indonesia,” ujarnya membuka percakapan.

Yessica, sapaannya, mengungkapkan, rasa bangga yang tak terkira. Terlebih, ajang ini baru pertama kali diadakan di Indonesia. “Aku menjadi yang pertama sebagai Hakka Amoi Indonesia,” tuturnya usai dinobatkan sebagai Hakka Amoi Indonesia 2016 di Ballroom Sahid Rich Hotel, Minggu malam (27/3).

Untuk persiapan ke Tiongkok, Yessica optimistis akan berjalan lancar. Terlebih, ada banyak dukungan yang dia peroleh dari keluarga dan rekan-rekannya. “Optimistis bisa,” ungkapnya.

Selain Hakka Amoi, malam itu juga dilakukan pemilihan Hakka Ako Indonesia 2016. Klemen Julian terpilih sebagi Hakka Ako Indonesia 2016. Berbeda dengan Amoi, perwakilan Ako yang terpilih tidak berangkat ke Tiongkok. Sebab, penyelenggaran internasional hanya sebatas Hakka Amoi saja.

Ketua Koordinator Hakka Pusat Indonesia Eddie Kusuma mengatakan, ajang ini perdana digelar di Indonesia. Sedangkan penyelenggaraan Hakka Amoi Dunia sudah berlangsung sekian kalinya di Meizhou, Tiongkok. Kota ini, ungkapnya, merupakan pusat dan ibu kota dari suku Hakka.

Dijelaskan, untuk tahun pertama ini yang terlibat baru 14 Hakka yang ada di Indonesia. Sedangkan Indonesia memiliki sekitar 50 kelompok Hakka yang tersebar seantero nusantara. “Harapannya ke depan akan banyak yang berpartisipasi dalam ajang ini,” harapnya.

Dia menambahkan, ajang ini membuktikan bahwa Hakka telah mengalami regenerasi. Keikutsertaan Ako dan Amoi dapat melestarikan budaya Hakka di Indonesia. Tentu saja dengan mengusung budaya nusantara yang turut membesarkan Hakka Indonesia.

Hakka Amoi Dunia, jelasnya, merupakan ajang yang melibatkan orang suku Hakka di dunia. Dalam ajang ini setiap perwakilan menampilkan budaya tradisi tempatnya berasal. Tentunya dengan tetap mengusung semangat Hakka.

“Bisa menjadi duta bagi budaya dan wisata di Indonesia. Apalagi ajang ini merupakan ajang tingkat internasional. Di sisi lain, adanya Hakka Ako dan Amoi menjadi bagian dari regenerasi khususnya Hakka Indonesia,” jelasnya.

Gubernur DIJ diwakili Kepala Dinas Kebudayaan Umar Priyono menyambut positif ajang ini. Menurutnya, suku Hakka di Indonesia memiliki kontribusi dalam berbagai aspek. Hakka Jogjakarta sendiri turut andil dalam meramaikan ragam budaya di Jogjakarta.

Peran lain yang bisa diemban dalam Hakka Amoi adalah diplomasi budaya di mata internasional. Dia mendukung agar ajang Hakka Ako dan Amoi terus dikembangkan konsep acara dan penyelenggaraannya. Menurutnya, acara ini tidak saja menjadi acara internal suku Hakka, tapi juga menjadi milik warga Jogja dan Indonesia secara umum.

“Jogjakarta mendapatkan kehormatan menjadi tuan rumah perdana ajang ini. Membuktikan bahwa Hakka memiliki inisiatif untuk menumbuhkan suatu kreasi baru,” ujar Umar.

Ajang ini dihadiri oleh pengurus Hakka seluruh Indonesia. Bahkan perwakilan Hakka Dunia juga datang untuk membuka Hakka Ako Amoi Indonesia 2016. (ila/ong)

Boks