Ajak Bareng ke Jakarta, Gagal Bertemu Amien Rais

Menunaikan nazar setelah Joko Widodo (Jokowi) resmi ditetapkan sebagai presiden terpilih periode 2014-2019, relawan Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP) Giman, jalan kaki dari Malang menuju Jakarta. Kemarin (29/9) Giman sampai di Jogja dan menyempatkan diri mampir ke rumah Amien Rais. Lho, untuk apa?
HERU PRATOMO-ALI MUFID, Jogja
CUACA panas akibat terik matahari tidak menghalangi Giman menuju Jakarta dengan berjalan kaki. Bermodal satu sepatu olah-raga, satu celana jeans serta lima stel baju, sejak 21 September 2014 lalu Giman memulai perjalananya dari depan Balai Kota Malang. Tujuannya, bertemu presiden ter-pilih Jokowi di Jakarta. Selain untuk bertemu idolanya itu, Giman juga membawa misi untuk mengutarakan harapannya.
“Saya ingin semua anak Indo-nesia bisa bersekolah,” ujar pen-jual kue putu keliling ini saat ber kunjung ke DPRD Kota Jog-ja, kemarin (29/9). Giman sendiri mengaku tidak memiliki ijazah sekolah. Dirinya bahkan tidak lulus SD. Dari ke-empat anaknya, yang sulung juga tidak menamatkan pendi-dikan dan saat ini menjadi pen-jual jamu di Malang. Sedangkan ketiga anaknya yang lain saat ini masih duduk di bangku sekolah.Setiba di Jakarta nanti, ingin meminta Jokowi untuk menjamin anak-anak di Indonesia bisa tetap bersekolah. Selain itu, se-lama perjalanan dari Malang, Giman sekaligus juga menyerap aspirasi dari warga di daerah yang dilewatinya.
Selama perjalanan, ia menginap di posko relawan Jokowi, pos ka mling, kantor polisi atau di mana pun tempatnya yang bisa dipakai untuk beristirahat. “Saat ketemu dengan orang-orang, saya minta mereka menuliskan aspirasinya yang akan saya sam-paikan saat bertemu Pak Jokowi,” ujarnya. Dalam perjalanan ke Jakarta, Giman terbiasa beristirahat di mana saja. Ia bahkan mengaku sempat tidur di tengah hutan saat berada di Ngawi, Jawa Timur. Dia memang selalu bertanya ke orang-orang untuk menentukan arah jalan. Tidak jarang hal itu juga membuatnya tersesat.
“Saat di Nganjuk pernah tanya orang, ternyata dia juga tidak tahu, akhirnya jalan muter, ba-lik ke tempat semula,” kisahnya. Meskipun begitu, tidak jarang dia juga bertemu dengan orang-orang yang baik hati. Saat awal memulai perjalanan dari Malang, Giman hanya bermodalkan uang Rp 100 ribu saja, tetapi dari rekan-rekan relawan kemudian mem-ber tambahan menjadi Rp 1 juta. “Ini sepatu juga pemberian,” ujar pria kelahiran 1976 tetapi lupa tanggal dan bulannya ini. Setiap singgah di kota yang di-lewati, Giman kerap mendapat tambahan sangu, baik dari re-lawan Jokowi maupun masyara-kat yang bersimpati. Biasanya dalam bentuk uang. Ia juga dikasih uang dari Bu-pati Nganjuk saat mampir di kantornya. Demikian juga saat di Solo, Giman mendapat sangu dari ibunda Jokowi, Sujiatmi Notomiharjo. “Tapi belum tahu berapa, karena masih di amplop. Belum saya buka,” ujarnya seraya tersenyum.
Khusus ke Solo, ia mengaku merupakan perjalanan jalan kaki kedua kalinya. Sebelumnya saat Jokowi berulang tahun dan ditetapkan sebagai capres, Giman sempat berjalan kaki dari Malang ke Solo pada Juni lalu. Perjalanan Malang ke Solo dilaluinya dalam waktu seminggu. Pada perjalanan kedua ini, dalam seminggu Giman sudah sampai Jogja. Dirinya berharap sebelum pe-lantikan Jokowi sebagai presiden pada 20 Oktober nanti, ia sudah sampai Jakarta dan menyam-paikan harapannya dan harapan rekan-rekan yang ditemuinya di jalan. Giman mengatakan, ia menyukai sosok Jokowi yang jujur, merakyat serta sederhana. Meski dirinya belum pernah bertemu langsung. “Harapan saya sebelum dilantik bisa ke-temu langsung dengan Pak Jo-kowi,” ungkapnya.
Kedatangan Giman di Jogja, ternyata juga membawa misi lain. Sesampainya di kota ini, ia ingin menuju rumah mantan Ketua MPR Amien Rais. Giman ingin mengajak Amien Rais untuk jalan kaki bersama ke Jakarta, sesuai dengan janjinya dulu. “Pak Amien dulu pernah bilang di twitter mau jalan kaki Jogja-Jakarta kalau Jokowi jadi presiden. Sekarang mau saya ajak jalan bareng ke Jakarta. Tapi kalau gak mau, ya udah,” tu turnya menjelaskan alasanya mam pir ke rumah Amien Rais. Harapan Giman memang tidak kesampaian. Setelah berjalan kaki dari gedung DPRD Kota Jogja ke rumah Amien Rais di Condong Catur, Depok, Sleman, si empunya rumah tidak ada. Menurut sang penjaga rumah, Amien Rais sedang di Jakarta menemani anaknya yang hendak dilantik sebagai ang-gota DPR RI. “Ya kecewa sih tidak tidak bisa bertemu langsung dengan Pak Amien Rais. Beliau tidak mene-pati nazarnya, biar saya saja yang gantiin,” tutur Giman. (*/laz/gp)

Boks