RADAR JOGJA – Di mana kini bisa merasakan es krim gelato yang asli di Jogja? Karena kini, dari lima outlet yang menggunakan merek ““Tempo Gelato” dan “Il Tempo Del Gelato” tak semuanya otentik asli rasanya.

“Produk asli kini hanya di Jalan Prawirotaman I No. 38B, Jalan Kaliurang KM. 5.2 dan Jalan Tamansiswa 54-56 Jogja,” ujar pemilik dan pemegang resmi Merek Terdaftar “Tempo Gelato” dan “Il Tempo Del Gelato” Ema Susmiyarti dalam jumpa pers Kamis (4/3). Hal itu menanggapi hoax tentang kepemilikan ““Tempo Gelato” dan “Il Tempo Del Gelato” di sosial media.

Didampingi Kuasa Hukum dari Dr. M Syahrul Borman, SH.,MH. & Rekan, yang terdiri dari, Dr. Siti Marwiyah,SH.,MH., Ir. Ria Syahfutji Tjahjono, SH.,MH., Hartoyo, SH.,MH. & Arief Mardiyanto, SH.,MH., Ema Susmiyarti hadir bersama Briere Pascal Jacques Edouard.

Dr. Siti Marwiyah menjelaskan bawasannya sejak awal Ema bukanlah sekretaris seperti yang disampaikan Rudy Christian Festraets (WNA Perancis) di akun sosial media @TempoGelato. “Bu Ema Susmiyarti ini bukan sekretaris perusahaan seperti yang disampaikan Rudy Christian Festraets di Instagram. Ema Susmiyarti ini adalah pemilik Resmi “UD Bangun Jaya Abadi” sekaligus pemegang merek terdaftar “Tempo Gelato” dan “Il Tempo Del Gelato” untuk jenis barang/jasa yang berupa es krim dan restoran, yang berdiri pada 28 April 2015,” ungkapnya.

Dr. Siti Marwiyah menambahkan, kliennya, merupakan pemilik merek yang sah secara hukum baik sebagai pemakai pertama pada 18 Februari 2015 atau sebagai pendaftar pertama yang telah dimohonkan pendaftaran pertama kalinya, telah melalui persyaratan prosedur pendaftaran merek.

Dia menegaskan, merek Terdaftar “Tempo Gelato” dan “Il Tempo Del Gelato”  diterima secara resmi oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM RI dengan diterbitkannya tiga Sertifikat Merek Terdaftar “Tempo Gelato” dan “Il Tempo Del Gelato” atas nama Ema Susmiyarti. Masing-masing merek terdaftar mendapat jangka waktu perlindungan oleh Negara Republik Indonesia selama 10 Tahun

Ria Syahfutji Tj. menambahkan, pada 2 September 2020, Rudy Christian Festraets mengajukan gugatan pembatalan merek terhadap dua Merek Terdaftar milik Ema Susmiyarti tersebut di Pengadilan Niaga Semarang. Gugatan Pembatalan Merek Rudy tersebut oleh Ema dilakukan gugatan balik (Rekonvensi) yaitu, pelanggaran merek terdaftar dan ganti rugi. “Klien kami Ema memenangkan kasus tersebut,” tegasnya.

Hal yang menarik, lanjut dia, ternyata ada banyak fakta hukum yang muncul dalam Sidang Pemeriksaan Perkara Gugatan Pembatalan Merek Terdaftar di Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Semarang tersebut,. Majelis Hakim yang memeriksa dalam Amar Putusan Majelis Hakim Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Semarang, dalam pokok perkara menolak gugatan pembatalan merek tersebut oleh penggugat (Rudy) seluruhnya, dan dalam Gugatan Balik (Rekonvensi) dari Ema Susmiyarti tersebut Majelis Hakim mengadili menyatakan, tergugat rekonvensi/penggugat konvensi (Rudy) telah melakukan perbuatan pelanggaran erek terdaftar “Tempo Gelato” milik Ema.

Pengadilan memerintahkan Rudy untuk menghentikan semua kegiatan usaha yang dilakukannya yaitu menjual dan/atau memperdagangkan produk-produk Es Krim dengan menggunakan Merek Terdaftar “Tempo Gelato”. “Dengan demikian, atas Putusan Perkara Nomor: 6/Pdt.Sus/2020/PN.Smg. tersebut, sudah jelas sekali kebenaran dari fakta hukum bahwa Ema adalah pemakai pertama kali dan pendaftar pertama (pemilik) yang sah pertama kali atas Merek Terdaftar “Tempo Gelato” dan “Il Tempo Del Gelato”,” tegasnya.

Dr. M. Syahrul Borman menambahkan, operasional dan eksistensi PT. Tempo Gelato Indonesia sebagai Penanaman Modal Asing berdasarkan Akta Notaris tentang Pendirian PT. Tempo Gelato Indonesia (sebagai Penanaman Modal Asing – PMA) Tertanggal: 15 November 2016, telah didapati beberapa fakta hukum tidak mendapat izin di beroperasional di Indonesia.

Sementara terkait munculnya nama “Il Tempo Del Gelato” di Jalan Prawirotaman I No. 43, Jogja, Jalan Kaliurang KM. 5.2 Karangwuni Blok A1 Caturtunggal, Depok, Sleman; dan Jalan Kaliurang Km. 4,8 No. 98, Barek, Sendowo, Sleman (Dapur Besar), Arif Mardiyanto, SH.,MH., menyebut pada 15 Januari 2020 telah melaporkan terjadi dugaan tindak pidana pencurian dan perampasan yang dilakukan Rudy di tiga lokasi tersebut. Dan saat ini kasus tersebut masih dalam proses penyidikan oleh Penyidik Direskrimum Polda DIJ.“Dugaan pencurian dan perampasan ini terjadi di tiga lokasi yakni Prawirotaman I, Jalan Kaliurang dan Jalan Bantul (Dapur Besar),” ungkapnya. (*/pra)

Bisnis