RADAR JOGJA – Sleman City Hall (SCH) siap menyambut New Normal dengan menggelar simulasi pernikahan bertajuk The New Normal Wedding Dummy Simulations, Selasa (30/6). Public Relations SCH Tika Sari mengungkapkan, simulasi pernikahan digelar dengan konsep baru untuk menjawab kegelisahan masyarakat yang akan melakukan pernikahan di tengah suasana pandemi Covid-19.

Grand Kamala Ballroom SCH sebagai tempat pernikahan yang ditawarkan, lanjut Tika memiliki kapasitas kurang lebih hingga 5.000 orang. Ke depannya selama new normal berlangsung, kapasitas orang yang berada di ruangan tidak akan lebih dari 50 persen.

“Hal ini tentunya agar tetap dapat menerapkan physical distancing selama acara berlangsung,” tegasnya.

Mengusung dua konsep sekaligus yakni traditional wedding dan international wedding, pelaksanaan simulasi berlangsung sesuai protokol kesehatan yang  ketat. Bahkan petugas di area dilengkapi face shield, masker dan sarung tangan.

“Penyemprotan disenfektan juga kami lakukan minimal 4 jam sekali serta sebelum dan sesudah jam oprasional mal berlangsung,” katanya.

Tika berharap dengan diadakannya simulasi ini, dapat memberikan gambaran kepada masyarakat bahwa Sleman City Hall bersama seluruh vendor yang bekerja sama telah siap menghadapi the new normal.

Sementara itu Direktur Operasional PT Garuda Mitra Sejati Bunardi mengatakan, sebagai mal kebanggan warga Sleman, SCH telah menjalankan protokol Kesehatan seperti yang dianjurkan Pemerintah. Berbagai macam fasilitas pendukung seperti sensor parking, foot pedal lift, sensor hand sanitizer, thermogun, area untuk cuci tangan tersedia.

“Bahkan pemberlakuan physical distancing. Hal itu untuk kenyamanan dan keamanan pengunjung,” katanya.

Turut hadir dalam simulasi tersebut sejumlah pejabat Pemkab Sleman. Di antaranya Asisten I Sekda Sleman sekaligus merangkap Kepala BPBD Sleman  Joko Supriyanto, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Parisiwata, Dinas Kesehatan, Satpol PP, Kepolisian (Polda, Polres, Polsek), Komando Distrik Militer dan Komando Rayon Militer.

Sebelum memasuki area pernikahan di Kamala Grand Balroom, tamu undangan akan diminta menggunakan hand sanitizer dengan sensoric hand sanitizer yang telah disediakan. Dilakukan juga pengecekkan suhu tubuh oleh security.
Selanjutnya, tamu undangan diarahkan menuju simulasi konsep tradisonal terlebih dahulu sebelum menikmati konsep pernikahan secara internasional.

Konsep Tradisional, tamu undangan akan disambut dengan upacara panggih dan hidangan prasmanan.

“Makanan yang disediakan di area prasmanan juga sudah di siapkan satu per satu, terdapat petugas yang membantu untuk mengambilkan di area prasmanan,” ujarnya.

Sedangkan di konsep internasional, tamu undangan akan dipersilahkan duduk di area round table dengan hidangan yang telah disajikan di meja.

“Selama acara para tamu undangan dihibur dengan berbagai macam pengisi acara,” tutupnya. (naf)

Bisnis