RADAR JOGJA – Saat ini banyak usaha rintisan (start-up) di bidang kecantikan yang bermunculan. Adanya perkembangan digital berhasil mendorong pertumbuhan bisnis baru, membuka peluang ide yang mulanya dianggap remeh menjadi sesuatu yang berskala ekonomi tinggi.

Dilansir dari jawapos.com, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara melihat, Indonesia adalah pasar potensial bagi pertumbuhan bisnis kecantikan. Dia percaya beauty-tech akan menjadi salah satu primadona dalam konteks ekonomi digital Indonesia.

Rudiantara menyebut, saat ini makin banyak investor yang tertarik untuk menanamkan dananya pada bisnis kecantikan di Indonesia. Dia juga yakin ekosistem investasi yang kondusif dapat mendorong semakin besarnya ekonomi digital di Indonesia.

Salah satu e-commerce yang tumbuh cukup pesat dalam lima tahun terakhir adalah Sociolla, satu dari tiga unit bisnis Social Bella. Tercatat lebih dari 20,2 juta pengunjung yang telah bergabung dengan platform Social Bella sejak 2018. Baik yang melalui website Sociolla, platform Soco, maupun Beauty Journal.

Co-Founder dan CEO Social Bella John Rasjid mengatakan, saat muncul pada 2015, mereka datang ke calon investor dengan ide yang sangat jelas. Menurutnya, sektor kecantikan adalah satu potensi yang sangat bisa dikembangkan di Indonesia.

”Perusahaan ini membangun ekosistem yang saling menyatu antara offline dan online, dari e-commerce, media, hingga store,” jelasnya.

Co-Founder dan Presiden Social Bella Christopher Madiam menuturkan, mereka selalu berusaha menawarkan produk dan layanan yang relevan dengan kebutuhan perempuan di Indonesia. “Apa yang kami bangun selalu berusaha relevan dengan yang dibutuhkan customer,” ungkapnya.

Selain Sociolla, banyak e-commerce yang mengkhususkan diri menyediakan produk kecantikan. Beberapa di antaranya BerryBenka dan Zalora. (jpc/ila)

Bisnis