BANTUL – Bagi Riyadi, 55, membatik tidak harus dilakukan di atas kain. Perajin asal Krebet RT 4, Sendangsari, Pajangan, Bantul ini, memilih kayu sebagai media untuk membatik. Menurutnya, batik akan lebih kuat dan awet apabila diaplikasikan di atas kayu. ”Tekniknya hampir sama seperti membatik di kain,” ungkap Riyadi di showroom miliknya beberapa hari lalu.

Karena itu, dia mengembangkan batik pada berbagai bentuk kerajinan kayu. Ada wayang batik, topeng batik, aneka dekorasi rumah, dan lain-lain. Semuanya dibatik. Motifnya pun beragam. Cenderung motif batik modern. Dia mengaku tidak terikat pakem.

Kendati motif batik modern, teknik pewarnaannya tetap detail. Berupa garis-garis dan titik-titik. Teknik lainnya dibuat susunan warna abstrak. Seperti di beberapa produk kerajinan topeng buatannya itu.”Agar lebih variatif,” jelasnya.

Tak hanya kayu papan media batiknya. Tapi juga potongan bambu yang sudah dibentuk keranjang bambu. Semua penuh warna. Dia biasa menggunakan jenis kayu albasiah dan jenitri. Tentunya kayu produksi lokal.

Membuat kerajinan tersebut menjadi hal yang menyenangkan bagi dia. Bahkan dia mengaku tak menemukan kendala apapun. Semua berjalan mulus.

Riyadi sudah mengenal bidang seni kerajinan semenjak remaja. Lingkungannya yang membentuknya. Bahwa batik itu warisan budaya. Patut dipertahankan. Pria kelahiran 1964 itu mengaku, memulai usahanya sejak 2001 silam. Dia menamakan usahanya Ragil Craft.

Kini hasil kerajinannya sudah tersebar di berbagai wilayah. Rata-rata pembeli, wisatawan yang berkunjung ke Krebet. Baik dari wisatawan lokal maupun mancanegara.

Tak hanya menjual produk kerajinan. Riyadi juga membuka paket wisata belanja membatik. Terutama batik diatas kayu. Meskipun, ada juga membatik di kain.

Harga produknya bervariasi. Yang paling murah, gantungan kunci. Harganya Rp 3 ribu hingga Rp 5 ribu per pieces. Bahkan ada juga yang jutaan. Omset bersih sebanyak 10 Persen dari omset kotornya Rp 30 juta.

Dia berharap, batik akan tetap diminati banyak orang. Jangan sampai budaya tersebut di klaim oleh negara lain. ”Jangan hanya marah tanpa berbuat apapun, jika batik warisan budaya ini tiba-tiba diakui negara lain,” ungkapnya. (cr6/din/mg2)

Bisnis