RADARJOGJA.CO.ID – Ada yang menarik soal pembiayaan pembangunan bandara baru Jogjakarta yang akan dibuat di Kulonprogo. Ternyata, pembiayaannya tidak melalui APBN. Namun swasta.

Lebih menarik lagi, banyak pihak yang bersedia membantu pembiayaan. Salah satunya Bank BCA. Bank ini merencanakan mengucurkan dana Rp 800 miliar.

‘Kami sudah menyiapkan dana sebesar Rp 800 miliar. Bisa jadi, kemungkinannya bertambah. Nanti kami lihat perkembangannya,” kata Komisaris Independen BCA Cyrillus HarinowoL di sela-sela seminar nasional bertema ”Bandara Kulonprogo dan Akselerasi Pembangunan Ekonomi Jogjakarta”di Hotel Royal Ambarukmo, Jumat (25/8).

Ditambahkan Harinowo, seandainya rencana tersebut terealisasi, berarti untuk pertama kalinya BCA membiayai pembangunan bandara. Tentu saja, ini menjadi sejarah baru bagi bank ini. Sebelumnya, BCA juga membiayai pembangunan jalan tolCipularang dan Cipali. Nilainya juga cukup fantastis,hingga triliunan rupiah.

Bagi BCA, kesedian mengucurkan dana besar tersebut bukan tanpa alasan. Karena pembangunan bandara barutersebut berdampak ekonomi cukup besar. Baik bagi masyarakat DIJ, Jawa Tengah, dan terutama bagi warga Kulonprogo. Ekonomi di wilayah tersebut bakalhidup. Di situ, banyak orang yang akan terlihat dalam proses pembangunan dan setelahnya.

“Sejauh ini ada sembilanbandara yang siap dibangun. BCA baru mengucurkan yang di Kulonprogo,” ungkap alumnus UGM ini.

Namun, Harinowo tidak menampik bila BCA akan berkontribusi dalam pembangunan sembilan bandara lainnya.

Keberadaan bandara baru tersebut menurutnya, bakal berdampak pada banyak hal. Antara lain, fiskal, pariwisata,ekonomi regional, dan masih banyak lagi. Bandara baru juga menjadi solusi melonjaknya wisatawan domestik danasing yang tak lagi tertampung di bandara lama. Sampai saat ini, DIJ tetap menjadi salah satu tujuan wisata, setelahBali. Karenanya, antisipasi terhadap lonjakan wisatawan harus dilakukan.

Sampai saat ini, jumlah penumpang yang menggunakan Bandara Adisutjipto mencapai 7,2 juta orang setiap tahun. Tentu saja ini, membuat bandara sesak dan tak nyaman.

Sedangkan bandara baru nanti, diperkirakan memiliki daya tampung 14 juta penumpang setiap tahun dan akan bertambahhingga 20 juta dalam beberapa tahun ke depan.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi membenarkan, pembiayaanbandara baru Kulonprogo bukan dari APBN, namun swasta. Keberadaan bandara akan membangkitkanperekonomian masyarakat DIJ. Terlebih nanti akan didukung jalan tol yang menghubungkan Jawa Tengah – DIJ.

Di tempat yang sama, Ekonom Dr Tony Prasetyantono mengungkapkan, kebutuhan bandarabaru tidak bisa ditunda. Ia menggambarkan pesawat yang mendarat di Bandara Adisucipto seringberputar-putar 30 menit hingga satu jam menunggu tempat parkir kosong atau karena ada latihan pesawat militer.

Kegiatan seminar ini merupakan kerja sama Paguyuban Alumni Kolese de Britto dan BCA, serta sejumlah pihak terlibat. Hasil dari kegiatan ini, seluruh dananya disumbangkan dalam bentuk beasiswa.(hes)

Bisnis