RADARJOGJA.CO.ID – Batik dikenal sebagai warisan budaya nusantara yang harus dijaga dan dilestarikan. Berbarengan dengan peringatan HUT ke-60, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menggelar pelatihan teknik membatik di empat kota, beberapa waktu lalu. Yakni, Jogjakarta, Pati, Tulungagung, dan Cirebon. Tujuannya, meningkatkan daya saing perajin batik di Indonesia.

Kepala Pengembangan Bisnis Cabang BCA KCU Jogjakarta Yonathan Kurniawan hadir membuka pelatihan tersebut. Pelatihan teknik membatik sendiri menghadirkan Mustar Sidiq, penulis buku “Panduan Teknik Batik Tulis” yang menjadi fasilitator. Ia mengedukasi peserta seputar teknik membatik menggunakan pewarnaan alam.

“BCA komit Menjadi Lebih Baik melalui tiga pilar. Yakni, Belajar Lebih Baik, Melayani Lebih Baik, dan Memberi Lebih Baik. Pelatihan teknik membatik ini wujud kepedulian BCA untuk Memberi Lebih Baik pada masyarakat daerah. Harapannya, bisa menumbuhkembangkan daya saing perajin batik tulis berdasar teknik pewarnaan alam yang menjadi ciri khas batik Indonesia,” kata Yonathan.

Sejak 2009, UNESCO mengakui batik sebagai warisan budaya tak benda dari Indonesia. Batik dianggap memiliki nilai-nilai dan pengetahuan yang melekat di dalamnya. Yaitu, sejarah, persebaran di seluruh nusantara, dan beragam motif yang menjadikannya sebagai kain peradaban. Juga kedalaman rasa, makna, jiwa, cinta, dan harmoni yang ‘tertulis’ dalam batik tulis dianggap karya seni yang orisinal. Nilai-nilai batik inilah yang dianggap sakral dan menjadi akar budaya Indonesia.

“Pelatihan ini diharapkan mengedukasi pembatik akan nilai-nilai intrinsik yang terkandung dalam batik tulis yang diproduksi. Diharapkan pelatihan ini juga berkontribusi meningkatkan daya saing perajin batik di daerah, memicu kreativitas peluang usaha bagi masyarakat lokal, dan akhirnya menciptakan lapangan pekerjaan yang berdampak memakmurkan masyarakat daerah,” jelasnya.

Pelatihan teknik membatik ini diadakan atas dasar pentingnya mengembangkan kualitas batik tulis di Indonesia sebagai warisan nusantara yang harus dilestarikan.

Sebelumnya, BCA juga menggelar Seminar 60 Desa Wisata di Jogjakarta. Tujuannya, menginspirasi penduduk lokal dalam memberikan layanan prima dan menumbuhkembangkan potensi pariwisata yang ada berdasar pada prinsip geopariwisata. Yakni, pelestarian alam dan pemanfaatan bagi masyarakat.

Pelatihan Teknik Membatik dan Seminar 60 Desa Wisata yang diselenggarakan diantaranya di Yogyakarta diharapkan mampu berkontribusi meningkatkan daya saing masyarakat lokal dan menjaga kelestarian budaya sebagai ikon pariwisata Indonesia. Selain mengadakan

“Pelatihan ini merupakan bagian program Solusi Sinergi di bawah naungan program Bakti BCA. Pelatihan ini sebagai bentuk komitmen BCA sebagai institusi keuangan untuk berkontribusi meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mewujudkan pemerataan ekonomi di Indonesia, kata Yonathan.(hes/dem)
 

Bisnis