JOGJA – Tingginya kebutuhan gula untuk konsumsi dan industri makanan membuat pabrik gula pemerintah bekerja ekstra keras. Untuk memenuhi kebutuhan gula dalam negeri, perusahaan plat merah dibawah naungan BUMN menargetkan setiap tahunnya produksi gula mengalami kenaikan. Ambisi ini sejalan dengan program Nawa Cita pemerintahan Jokowi-JK.

“Pada 2015 produksi gula sebanyak 1,45 juta ton. Pada 2019, kami perusahaan pabrik gula PTPN menargetkan produksi gula mencapai 3,26 juta ton,” kata Koordinator Pabrik Gula, Subiyono disela-sela mengikuti rapat koordinasi BUMN gula di LPP Jalan Urip Sumoharjo Jogja, kemarin.

Untuk mewujudkan ambisi tersebut, pabrik gula PT Perkebunan Nusantara (PN) PTPN II, PTPN VII, PTPN IX, PTPN X, PTPN XI, PTPN XII, PTPN XIV, dan PT RNI akan melakukan perluasan kebun tebu. Perluasan lahan tebu akan dilakukan secara bertahap hingga mencapai 357.177 Hektare. Dengan lahan seluas itu maka akan menghasilan tebu sebanyak 33,23 juta ton siap giling.

“Perluasan lahan tebu untuk meningkatan produksi gula. Ini sejak dengan program swasembada gula yang ditargetkan Presiden Joko Widodo,” terang Subiyono.

Dalam rapat koordinasi ini diikuti seluruh direksi PT PN dibawah BUMN. Tujuanya, untuk meningkatkan dan menguatkan kerjasama antar pabrik. Sebab, diantara pabrik gula yang ada di Indonesia masih belum memenuhi target produksi karena adanya masalah teknis. Selain memperluas lahan tebu, pabrik gula akan menggandeng petani.

“Kami menargetkan lahan seluas 1 hekatare dapat menghasilkan 93 ton tebu atau menghasilkan gula 9,13 ton dengan rendemen 9,78 persen,” tandas Subiyono. (mar/dem/ong)

Bisnis