JOGJA- PT Bank Negara Indonesia (Persero) kembali menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada pengusaha kecil perempuan, Jumat (18/3), di Universitas Aisyiyah Jogjakarta. Kegiatan yang digelar bersamaan dengan Dialog Bersama Menteri BUMN ini merupakan wujud nyata BNI dalam mempercepat program KUR yang dicanangkan pemerintah.

Direktur Utama BNI Achmad Baiquni mengungkapkan, hingga 16 Maret 2016, KUR yang berhasil dikucurkan BNI untuk area DIJ- Jateng telah mencapai angka 1.602 debitur dengan nilai maksimal kredit sebesar Rp 355,6 miliar. Menurutnya, pemberian KUR di kawasan ini tergolong yang paling cepat dibanding wilayah kerja BNI lainnya di Indonesia.

“Dibanding dengan daerah- daerah lain, penyaluran KUR di Jogja- Jateng adalah yang paling banyak dan cepat. Dari total yang kami berikan sebagian adalah pengusaha perempuan dengan sektor usaha mikro,” kata Achmad.

Ia memaparkan, penyaluran KUR kepada perempuan ini sejalan dengan apa yang menjadi program pemerintah Indonesia ataupun Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) melalui Sustainability Development Goals (SDGs) yakni penghapusan kemiskinan, memajukan kesehatan, dan pendidikan.

“Saat ini Indonesia memiliki pekerjaan rumah yang harus segera dituntaskan. Diantaranya kemiskinan dan diskriminasi perempuan. Olehkarena itu sebagai salah satu bank BUMN, BNI terus berupaya memberikan kontribusi dalam hal pemberdayaan perempuan dan pemberian bantuan kredit usaha,” jelasnya.

Tak hanya menyalurkan KUR, dalam kesempatan ini BNI juga memberikan bantuan dana kesehatan sebesar 500 juta rupiah kepada organisasi perempuan Aisyiyah. Corporate Secretary BNI Suhardi Petrus menuturkan, bantuan ini merupakan bentuk Corporate Social Responsibility (CSR) BNI kepada masyarakat.

“Semoga bantuan ini dapat membantu organisasi ini agar lebih baik lagi. Tak hanya dari sisi pemberdayaan perempuan tetapi juga dalam hal pengembangan dibidang kesehatan. Baik itu untuk mendukung sarana dan prasana ataupun pelayanan kesehatannya,” katanya. (*/met/dem/ong)

Bisnis