JOGJA – Amanah Peraturan Daerah (Perda) Kota Jogja Nomor 5 tahun 2015 membuat Bank Jogja fokus melayani kredit bagi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Bank berpelat merah itu memiliki target sampai akhir 2017, harus mampu menyalurkan kredit untuk UMKM harus 20 persen. Itu dihitung dari total angka penyaluran kredit.

Kini, selama hampir triwulan ketiga paska perda tentang Perubahan Perda 4/2008 Tentang Perusahaan Daerah Bank Perkreditan Rakyat Bank Jogja disahkan, bank milik Pemkot Jogja itu sudah tumbuh 10 persen. Angka kredit yang disalurkan juga cukup signifikan

“Kredit UMKM sudah Rp 21, 5 miliar,” kata Direktur Utama PD Bank Jogja Kosim Junaedi, kemarin (16/3).

Dijelaskan, dengan realisasi angka tersebut, pihaknya optimis tahun ini kredit UMKM bisa tercapai. Terlebih mereka masih memiliki waktu sembilan bulan untuk mencapai Rp 54 miliar.

“Kami memang banyak membuat strategi baru untuk menarik minat nasabah UMKM,” tuturnya.

Demi menjalankan amanah perda tersebut, lanjut Kosim, pihaknya memberikan layanan ekstra bagi UMKM. Tak hanya sekedar menggandeng untuk menjadi nasabah. Bank Jogja juga memberikan pendampingan kepada UMKM tersebut.

“Jika biasanya hanya menjadi nasabah terus selesai, sekarang berbeda. Kami tiap hari pantau. Kalau mengalami kesulitan, kami carikan solusi,” jelasnya.

Menurut Kosim. bahkan solusi yang diberikan tak sekedar dengan teori. Bank Jogja juga mengajak nasabah itu mengikuti pelatihan. Narasumbernya pun pelaku usaha yang sudah sukses.

“Jadi ini bukan sekedar amanah perda. Tapi niat kami bisa ikut menyejahterakan masyarakat,” papar Kosim, didampingi Direktur Operasional Bank Jogja Helpiati Tarigan.

Helpiati menambahkan, tak hanya dengan fokus menyasar nasabah. Demi memperluas dan mempermudah akses masyarakat Bank Jogja akan membuka cabang baru.

“Kami sudah mendapatkan izin prinsip dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan) untuk membuka cabang di Gedongkuning,” terangnya.

Tahun lalu, Bank Jogja mendapatkan gelontoran tambahan modal. Nilainya tak tanggung-tanggung mencapai Rp 36 miliar. Itu tahap pertama dari total amanah perda Rp 100 miliar yang direvisi dengan penerbitkan perda baru itu.

Wali Kota Haryadi Suyuti (HS) pun menyambut positif perkembangan tersebut. Terlebih, persaingan UMKM kian berat dengan adanya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

“Harus ada kreativitas. Karena persaingan kian berat,” sarannya.

Tak hanya kreatif, HS pun berharap, pelaku UMKM di Kota Jogja lebih peduli. Ini karena bank tersebut juga miliki warga Kota Jogja.

“Nanti uangnya juga kembali lagi ke masyarakat,” tandasnya. (eri/dem/ong)

Bisnis