JOGJA – Penggabungan jaminan kesehatan dan stratifikasi kasus melalui pembagian peran pemeli-hara kesehatan, membuat peran dokter umum sebagai dokter kelu-arga jadi sangat penting. Sehingga dengan diterapkannya Badan Penye-lenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, banyak dokter umum yang menganggap kebijakan tersebut merugikan dokter umum. Alasannya karena menekan pendapatan.
Sebagai solusi mengatasi berku-rangnya pendapatan, dokter umum harus kreatif dalam menjalankan tugas tanpa harus mengotori pro-fesi sebagai seorang dokter. Salah satu cara yang dapat dilakukan dengan menjadi seorang entrepreneur. Direktur Utama PT K-24 Indonesia Gideon Hartono menjelaskan ke-beradaan BPJS Kesehatan, mem-buat persaingan dokter umum se-makin ketat. Keberadaan dokter spesialis berdampak pada kebera-daan dokter umum yang semakin ditinggalkan. “Seharusnya keberadaan BPJS kesehatan dapat dijadikan peluang bagi dokter umum menjadi pemilik klinik maupun praktisi yang bermitra dengan BPJS,” ungkap Gideon dalam keterangan persnya di Hi Lab Di-agnostic Center, Selasa (9/12).
Dia menjelaskan jika dipahami konsep pembiayaan kesehatan, dokter umum sangat memungkin-kan menjadi pemilik usaha klinik. Klinik tersebut nantinya dapat ber-mitra dengan jaringan Apotek K-24 yang tersebar di Indonesia.Menurutnya, untuk kepemilikan klinik saat ini bisa dibilang cukup terjangkau. Investasi yang dikeluarkan kisaran Rp 100 juta hingga Rp 150 juta. Saat ini, sambungnya, jaringan K-24 di Indonesia berjumlah 343 unit dan sebanyak 36 di berada di DIJ. “Dengan kepemilikan klinik kami mendorong dokter-dokter umum memiliki penghasilan antara Rp 7 juta hingga Rp 20 juta per bulan,” jelasnya.
Sementara untuk menjembatani masalah tersebut, pihaknya menga-dakan seminar. Ketua Panitia Se-minar dokter Lituhayu mengatakan acara ini bertajuk Peluang Dokter Umum sebagai Pemilik dan Prakti-si di Klinik Layanan BPJS PLUS dan Klinik Skin Care. Seminar tersebut akan diselenggarakan pada Sabtu (20/12) di Hi Lab, Kota Baru. “Pe-sertanya memang dari kalangan dokter umum saja,” ujarnya. Selain membedah peluang dokter umum menjadi entrepreneur, kegiatan tersebut juga akan meng-hadirkan dokter Paran Bagio-noto, seorang ahli bedah senior yang terkenal dengan metode mengatasi ambeien tanpa rasa sakit dan tanpa pisau. Seminar tersebut sekaligus memberikan pengetahuan cara penanganan ambeien yang nyaman tidak disertai sakit melalui metode Pila. (bhn/ila/ong)

Bisnis