JOGJA – Memasuki usia ke-53 Bank Pembangunan Daerah (BPD) DIJ berkomitmen menjadi bank ma-syarakat dengan mendukung per-tumbuhan perekonomian di Jog-jakarta. Salah satu cara yang dila-kukan dengan menggelar Investing Jogja 2014 di Royal Ambarrukmo pada 11 Desember nanti.Direktur Utama BPD DIJ Bambang Setiawan menjelaskan Investing Jogja 2014 berisi tentang berbagai kegiatan.
Seperti seminar, per-temuan bisnis secara personal dan pameran potensi investasi daerah. Kegiatan tersebut bertujuan men-gundang sebanyak mungkin para investor ke DIJ dan mendapatkan langsung pemaparan investasi dari pemangku kebijakan. “Pada even ini gubernur, bupati dan wali kota secara langsung akan memaparkan potensi daerahnya masing-masing dan dilanjutkan dengan one on one business meeting,” terang Bambang ditemui di kan-tortnya jelang perayaan HUT ke-53 BPD DIJ, Jumat (5/12).
Bambang menjelaskan calon investor dapat langsung berinteraksi dengan pemerintah daerah masing-masing melalui Gerai Investasi yang telah disiapkan. Nantinya akan ada enam Gerai Investasi yang disediakan. Tu-juannya supaya para investor dapat mengetahui potensi dan investasi dari masing-masing daerah. Se hingga setiap investor dapat mengetahui informasi perizinan dan hal lain terkait investasi. “Kami benar-benar membuka seluk-beluk investasi setiap dae-rah yang selama ini belum tereks-pose kepada investor. Termasuk melalui pameran potensi setiap daerah,” terangnya.
Bambang menyatakan sebagai tuan rumah di negeri sendiri, BPD DIJ ingin benar-benar terlibat dalam pembangunan perekonomian Jog-jakarta. Tidak hanya dari sektor pe-ngelolaan dana masyarakat, pihaknya kini mulai memberikan perhatian khusus untuk menjaring investor untuk berinvestasi di Jogjakarta.
Dia menyebutkan perhatian khu-sus kepada para investor terutama yang bergerak pada sektor IT ter-utama pembuatan games dan website. Menurutnya DIJ sebagai kawasan dengan potensi SDM sangat mendukung dalam peng-embangan sektor ekonomi kreatif.
Dia menyebutkan keberhasilan BPD DIJ untuk menjadi tuan rumah di negeri sendiri sudah mulai terlihat dengan market share sebesar 17 persen. “Itu artinya 83 persen lainnya masih harus diperebutkan oleh 43 bank yang ada di DIJ,” terangnya.
Tidak hanya itu, jelasnya, diakhir tahun ini BPD DIJ berhasil menca-tatkan aset mencapai Rp 8,1 triliun. Sementara pengumpulan dana masyarakat sebesar Rp 6,8 triliun dan penyaluran kredit mencapai Rp 5,1 triliun. “Jumlah aset kami tumbuh 20 persen dari tahun sebelumnya. Ini pencapian yang cukup baik,” tegasnya. (bhn/ila/ong)

Bisnis