JOGJA – Badan Pusat Statistik (BPS) DIJ mencatat indeks harga konsumen atau inflasi pada November 2014 sebesar 1,13 persen dengan indeks harga konsumen 114,82. Kenaikan inflasi yang signifikan tersebut banyak dipengaruhi oleh kenaikan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pada 18 November lalu.
Kepala BPS DIJ Bambang Kristianto menga-kui kenaikan harga BBM sebesar Rp 2.000 mempunyai pengaruh langsung dan tidak langsung terhadap inflasi di DIJ. Hanya saja, besaran inflasi di Kota Jogja masih di bawah nasional yang menembus 1,5 persen. “Pengaruh tidak langsung kenaikan BBM dirasakan pada penambahan biaya distri-busi dari produsen ke konsumen. Sehingga secara umum berbagai komoditas menunjuk-kan adanya kenaikan,” kata Bambang dalam laporannya di Kantor BPS DIJ, Senin (1/12).
Bambang memaparkan komoditas yang paling mempengaruhi terjadinya inflasi di antaranya bensin, tarif listrik, cabai me-rah dan cabai rawit. Bensin yang menga-lami kenaikan 12,34 persen memberikan andil sebesar 0,47 persen.Sedangkan cabai yang belakangan ini har-ganya meroket mengalami kenaikan sebesar 34,62 persen dan memiliki andil terhadap inflasi sebesar 0,09 persen untuk cabai me-rah. Sementara cabai rawit naik 78,66 persen dan memberikan andil 0,06 persen.
“Selain itu biaya administrasi ATM juga ada perubahan, itu juga memberikan andil ter-hadap inflasi sebesar 0,02 persen,” jelasnya.
Sementara itu, untuk komoditas yang men-ghambat laju inflasi di antaranya angkutan udara, kelapa, emas perhiasan, daging sapi dan wortel. Angkutan udara mengalami penuruan 2,49 persen dengan andil sebsar -0,04 persen. Sementara emas perhiasan turun 6,26 persen dengan andil -0 ,02 persen. “Laju inflasi pada kalender 2014 sebesar 4,74 persen.
Untuk laju inflasi year on year (yoy) sebesar 5,03 persen,” jelasnya.Lebih lanjut, Bambang menjelaskan, pada bulan ini dari 82 kota yang dihitung angka inflasinya tercatat hampir semua koa mengalami inflasi. Laju inflasi ter-tinggi terjadi di Kota Padang, Sumatera Barat dengan inflasi sebesar 3,44 persen. Sebaliknya inflasi terendah terjadi di Kota Manokwari sebesar 0,07 persen. “Untuk wilayah Jawa dan Madura inflasi tertinggi terjadi di Bekasi, Jawa Barat dengan besaran 1,99 persen,” terangnya. (bhn/ila/ong)

Bisnis