Tak Perlu Repot Cari Bengkel Karoseri

JOGJA – Suzuki turut serta dalam mendukung wisata kuliner yang ada di Jogjakarta. Ini ditunjukkan dengan meluncurkan kendaraan yang dapat digunakan untuk ber-jualan produk kuliner bernama mobil toko (moko).Berbasis Suzuki Mega Carry, pikap yang standarnya berupa kendaraan dengan bak terbuka ini dimodifikasi sedemikian rupa layaknya toko. Dengan begitu, para pengusaha kuliner dapat menjual dagangannya ke berba-gai daerah.Direktur Sumber Baru Mobil Jogjakarta Hendra Kurniawan menjelaskan kendaraan moko dirancang untuk mendukung pengusaha kuliner di Jogjakarta. Sebagai kawasan wisata, para pengusaha kuliner khas Jogja se-perti bakpia dan gudeg bisa ber-keliling ke daerah-daerah wisata.
“Suzuki secara resmi memang belum meluncurkan. Namun masyarakat yang berminat tanpa harus repot mencari bengkel ka-roseri. Sebab kami sudah menunjuk karoseri yang sesuai dengan stan-dar kami,” jelas Hendra pada pe-luncuran Mega Carry Moko, di JEC kemarin (30/9).Dia memaparkan Mega Carry Moko dipasarkan dengan harga ber-kisar Rp 144 juta. Dengan rincian harga mobil standar Rp 114,7 juta, karoseri Rp 26,5 juta dan lemari toko Rp 3 juta. Karoseri toko terbuat dari alumunium dan kayu pilihan. “Penjualan moko volumenya kecil karena sifatnya melayani pemesanan. Namun pada pame-ran lalu saja sedikitnya lima orang sudah memesan,” jelasnya.
Sementera itu, Bagian Peng-embangan Produk SuzukiYudy mengatakan keberadaan Moko masih dalam pengajuan proposal pengembangan produk ke ma-najemen dan Suzuki Jepang. Se-hingga untuk memastikan apakah Moko nantinya diproduksi se-cara masal bergantung pada ke-bijakan pusat. “Akan lebih selektif lagi peng-embangannya dan memerlukan waktu. Sebab setiap produk yang dihasilkan disesuaikan dengan keadaan wilayah suatu negara atau daerah,” terangnya.Dia menjelaskan meski sudah diperkenalkan, Moko belum masuk kedalam line up jajaran mobil resmi yang dikeluarkan oleh Su-zuki. Namun konsumen yang meng-inginkan bisa melakukan pemesanan ke main dealer. (bhn/ila/ty

Bisnis