Terkait Kenaikan Tarif Administrasi ATM

JOGJA – Mulai awal Oktober mendatang nasabah perbankan dihadapkan dengan kenaikan biaya administrasi bank untuk penggunaan transaksi di anjungan tunai mandiri (ATM). Baik di ATM Bersama, ATM Prima dan lintas ATM. Namun sayangnya, kabar akan naiknya biaya tersebut belum disosialisasikan kepada nasabah.
Salah seorang nasabah, Cholid mengaku dirinya belum mendapatkan pemberitahuan tentang rencana kenaikan administrasi penggunaan ATM bersama maupun lintas ATM. Dirinya mengetahui kabar tersebut sebatas dari pemberitaan media-media.
“Belum ada pemberitahuan. Yang saya tahu akan ada kenaikan Rp 2.500,” jelas Cholid ditemui di salah satu kantor bank pemerintah kemarin.
Meski dirasa memberatkan, namun dirinya tidak mempedulikan hal tersebut. Menurutnya, untuk menghindari biaya administrasi tersebut, nasabah bisa menggunakan jasa ATM tempat menabung.
“Sekarang ATM yang saya gunakan sudah ada di sejumlah titik. Jadi tidak terlalu bermasalah,” jelasnya.
Dihubungi terpisah, Kepala Cabang BNI Jogjakarta Sugiarto mengaku pihaknya masih menunggu instruksi dari pusat untuk mensosialisasikan rencana kenaikan biaya administrasi ATM. “Kabar akan naik kami sudah terima. Hanya besarnya berapa kami belum tahu. Pokoknya kami menunggu instruksi dari pusat,” jelasnya.
Menurutnya informasi mengenai kenaikan biaya administrasi ATM sangat sensitif juga. Karena biaya tersebut akan dibebankan kepada nasabah. Hanya saja, kenaikan tersebut biasanya disebabkan karena jaringan ATM semakin luas sehingga biaya operasional meningkat.
“Bila sudah ada instruksi, maka kami segera beritahukan ke nasabah,” jelasnya.
Diketahui rencana kenaikan tarif transaksi lintas bank di ATM, ATM Bersama dan ATM Prima akan diberlakukan pada 1 Oktober. Besaran tarif lintas bank di ATM seperti transfer dan tarik tunai mengalami kenaikan menjadi Rp 7.500 dari sebelumnya Rp 5.000. Sementara itu untuk cek saldo naik menjadi sekitar Rp 4.000 dari sebelumnya Rp 2.000 hingga Rp 3.000. (bhn/ila)

Bisnis