JOGJA – Bank Pembangunan Daerah (BPD) DIJ bakal berubah nama. Setelah pelantikan jajaran direksi, bank berpelat merah itu akan mengubah nama menjadi Bank DIJ. Pemilihan kata ini untuk mempersingkat agar mudah diingat. “Supaya mudah diingat, menjadi Bank DIJ,” kata Direktur Utama BPD DIJ Bambang Setiawan usai pelantikan di Kepatihan kemarin (15/9). Ia menjelaskan penggantian juga akan dilakukan pada logonya. Sehingga nantinya BPD DIJ bakal memiliki brand baru sebagai bank milik warga DIJ. “Karena call name BPD DIJ terlalu panjang,” tandasnya mengungkapkan alasan penggantian nama tersebut. Perubahan nama ini, menurut Bambang, juga bertujuan mengubah paradigma masyarakat selama ini. Jika masyarakat mengenal BPD DIJ sebagai bank milik pemerintah, ke depan mereka mengenalnya sebagai bank modern. Untuk pengembangan, direksi yang baru saja dilantik bakal membidik sasaran baru. Yaitu daerah pesisir selatan. Ini dimungkinkan karena di daerah tersebut merupakan bagian dari rencana pembangunan DIJ. “Di sana akan ada bandara dan pelabuhan. Sekarang, sudah beroperasi industri pasir besi,” terangnya.Dengan potensi pembangunan itu, lanjut Bambang, akan berdampak terhadap perekonomian warga. Ia yakin warga pesisir selatan akan turut tertarik menyimpan uangnya di bank. Baik berwujud deposito maupun tabungan. “Akan kami tawarkan. Semua hal sedang kami persiapkan,” jelasnya. Selain itu dengan berubahnya tatanan perekonomian di pesisir selatan, warga tak hanya mengandalkan penghasilannya dari sektor pertanian. Tapi juga bakal berubah dengan berusaha di sektor usaha kecil. “BPD bisa menjadi alternatif untuk memberikan pinjaman dengan bunga yang lebih ringan ketimbang bank lain,” ujarnya. Dalam pelantikan ini, selain Bambang Setiawan, Gubernur DIJ juga melantik Bambang Dwi Kuncoro beserta direksi lain. Bambang dilantik setelah BPD DIJ ditinggal oleh Suprayitno, Dirut lama yang telah berpindah ke BPD Jateng. Gubernur DIJ HB X berharap BPD DIJ benar-benar dapat mendorong kemajuan perekonomian di pesisir selatan Kulonprogo. Selain menjadi partner UKM, ia meminta agar BPD mampu membangkitkan debitor yang mengalami kesulitan cash flows tapi punya prospek. “Ditengarai dua tahun mendatang, kegiatan investasi distribusi dan konsumsi DIJ akan berkembang pesat,” katanya. (eri/ila)

Bisnis