IWAN NURWANTO, Bantul
Alas Literasi Banjarharjo merupakan salah satu destinasi wisata di Kalurahan Muntuk, Dlingo, Bantul. Lokasinya tidak jauh dari kawasan Hutan Pinus Mangunan dan Puncak Becici. Suasana di wisata ini pun terbilang sejuk, karena terletak di wilayah perbukitan dan berada di tengah hutan.
Destinasi Alas Literasi sudah berdiri sejak 2018 lalu. Giyanto sebagai pendiri, tidak lain merupakan pegiat literasi. Dalam mendirikan destinasi wisata tersebut, dia memang memiliki misi untuk memberikan sensasi berbeda ketika berwisata. Yakni pengunjung tidak hanya bisa bersenang-senang saja namun juga mendapatkan ilmu.
Melalui Alas Literasi, Giyanto juga ingin dapat ikut dalam memajukan pendidikan di Indonesia. Di tempat tersebut pengelola memiliki koleksi sebanyak 700 buku bacaan. Sementara untuk wahananya ada berbagai permainan dan makanan tradisional. Sasaran pengunjung Alas Literasi memang lebih kepada anak-anak dan wisata keluarga.
"Tujuan kami mendirikan ini memang untuk tujuan wisata literasi dan pendidikan. Sehingga pengunjung tidak hanya bersenang-senang ketika berkunjung namun ketika pulang juga bawa ilmu," beber Giyanto kepada Radar Jogja (6/6).
Selama lima tahun berdiri, Alas Literasi pernah mengalami pasang surut. Terparah selama pandemi Covid-19. Destinasi wisata terpaksa vakum karena berbagai pembatasan.
Tapi untuk saat ini, pengelola terus berupaya untuk bangkit dan kembali menegaskan Alas Literasi sebagai salah satu destinasi favorit di Kapanewon Dlingo. Upayanya dilakukan dengan menggelar berbagai atraksi wisata untuk menarik minat wisatawan datang.
Beberapa waktu lalu, pengelola telah menggelar atraksi wisata dan seni Memetri Bumi Pertiwi pada Minggu (31/5). Dalam kegiatan itu, berbagai atraksi wisata yang ditampilkan merupakan hasil karya dari masyarakat.
Seperti tari tradisional dari Padukuhan Sanggrahan, kelompok Gejog Lesung dan dari Padukuhan Tangkil. Dalam pelaksanaan atraksi wisata dan seni itu masyarakat mendapat dukungan dari Dinas Pariwisata DIJ.
"Dengan adanya acara ini harapannya Alas Literasi bisa semakin berkembang dan dapat ramai lagi seperti dulu," pungkas Giyanto. (eno) Editor : Editor Content