Kepala Seksi Promosi dan Informasi Wisata Dinas Pariwisata Bantul Markus Purnomo Adi mengatakan, total wisatawan yang masuk ke Bantul pada momentum libur panjang mencapai 47.712 orang. Kemudian untuk pendapatan asli daerah (PAD) yang dapat diraih mencapai Rp 146 juta.
Ipung, sapaan akrab Markus merinci, untuk jumlah kunjungan pada Jumat (2/6) ada 9.324 orang. Kemudian Sabtu (3/6) meningkat menjadi 11.849 wisatawan. Sementara untuk puncaknya tercatat pada Minggu (4/6), dengan 14.763 kunjungan. "Untuk destinasi wisata favorit yang paling banyak dikunjungi masih di Pantai Parangtritis," ujar Ipung kemarin (5/6).
Dia membeberkan, untuk saat ini tingkat kunjungan wisatawan ke Bantul hampir pulih dari pandemi Covid-19. Sebab dari catatan Dinas Pariwisata Bantul, jumlah kunjungan wisatawan ke Bantul pada akhir pekan telah menyentuh belasan ribu wisatawan. Sementara untuk hari biasa, jumlahnya sudah mencapai ribuan orang.
Ipung pun menyampaikan, mulai pertengahan Juni nanti, diprediksi juga akan ada lonjakan jumlah wisatawan ke Bantul. Karena kemungkinan besar ada musim liburan sekolah. Momentum tersebut terus berlangsung sampai Juli mendatang. "Kunjungan pelajar memang yang paling banyak menyumbang jumlah wisatawan ke Bantul," katanya.
Sebelumnya, Lurah Parangtritis Topo menyebut, kehadiran Jembatan Kretek II cukup berdampak pada meningkatnya jumlah wisatawan ke Bantul. Terlebih bagi wisatawan yang ingin menuju ke kawasan wisata pantai selatan.
Sebagaimana diketahui, Jembatan Kretek II pada Jumat (2/6) telah diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo. Jembatan sepanjang 2,7 kilometer yang membentang diatas Sungai Opak itu dinilai memiliki manfaat bagi masyarakat sekitar.
"Ini manfaatnya sangat besar sekali untuk menyingkat waktu, untuk mengurangi pengeluaran bagi pengunjung, dan sebagainya," ungkap Topo. (inu/eno/sat) Editor : Editor Content