Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.4 Provinsi DIJ yang menaungi pembangunan Jembatan Kretek II Julian Situmorang mengatakan, selama masa uji coba pihaknya tidak menemukan kendala terkait fungsi jembatan. Bahkan menurutnya, ketika musim mudik Lebaran jembatan tersebut juga mampu berfungsi sangat baik. “Khususnya untuk memecah kepadatan kendaraan yang masuk ke kabupaten Bantul,” jelasnya kemarin (1/6).
Lebih lanjut, ia menyebut, selama masa uji coba Jembatan Kretek II juga telah memadai segi keselamatan bagi pengguna jalan. Namun demikian, ada evaluasi dalam hal pemanfaatan jalan. Sejak jembatan tersebut diujicobakan pada Januari lalu, banyak masyarakat yang justru menyalahgunakan badan jalan di sepanjang jembatan sebagai lokasi berjualan.
"Terkadang memang masih banyak penjual di daerah bahu jalan di sepanjang jembatan, itu yang paling mengganggu khususnya pada Sabtu dan Minggu. Menganggu dalam hal lalu lintas dan mengganggu keselamatan," ujar Julian.
Sebagaimana diketahui, Jembatan Kretek II sendiri mulai dibangun sejak tahun 2021 lalu. Infrastruktur yang berdiri diatas Sungai Opak itu memiliki panjang 600 meter dan menghabiskan anggaran sebesar Rp 364 miliar. Jembatan Kretek II resmi diujicobakan sejak tanggal 31 Januari 2023.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menilai, Jembatan Kretek II akan meningkatkan jumlah wisatawan di Bantul. Sebab akan banyak orang yang melewati jembatan tersebut untuk berwisata di kawasan pantai selatan (pansela).
Dengan kondisi itu, sambung Halim, menurutnya juga akan mendorong pertumbuhan ekonomi di sisi selatan Bantul. Terlebih saat ini juga sudah mulai muncul destinasi wisata, tempat kuliner dan wahana permainan baru di kawasan pansela. Seiring dengan proses berjalannya pembangunan Jembatan Kretek II. "Jadi Jembatan Kretek II ini bisa dikatakan sebagai pengungkit pertumbuhan ekonomi," katanya beberapa waktu lalu. (inu/bah) Editor : Editor Content