Ketua Program Keahlian Agrobisnis Tanaman SMKN 1 Pandak Dewi Setyo Astuti mengatakan, teaching factory sendiri merupakan upaya dari pihaknya untuk menyinkronkan antara pembelajaran yang ada di sekolah dengan industri. Dalam kegiatan tersebut, sekolah menggandeng Kelompok Tani Lahan Pasir Manunggal, Srigading.
Dewi menyatakan, peserta dari teaching factory merupakan siswa-siswi kelas XI dan XII jurusan agrobisnis tanaman pangan hortikultura. Pada proses pembelajarannya, para murid dilibatkan mulai dari penyiapan lahan, penanaman bibit bawang merah, hingga proses pemasaran saat sudah panen. "Jadi dari kelompok tani memberikan pelajaran sebagai guru tamu dengan pertemuan seminggu sekali. Dari awal sampai pemasarannya, siswa-siswi ini diajari semua," beber Dewi kemarin (15/11).
Sementara itu, Seksi Kemitraan dan Permodalan Kelompok Tani Lahan Pasir Manunggal Edi menyampaikan, dalam teaching factory itu, petani tak hanya memberikan pengetahuan terkait dengan penanaman bawang merah lahan pasir. Namun juga tentang bagaimana mempersiapkan lahan, pemupukan, pemberantasan hama, hingga masa panen.
Dia menyebut, lahan pasir yang disiapkan mencapai luas sekitar 5.000 meter persegi untuk kegiatan teaching factory. Serta menghabiskan sekitar lima kuintal bibit bawang merah bauji. Adapun masa tanam bibit bawang merah asal Nganjuk, Jawa Timur itu mencapai sekitar 55 hari. "Kami pilih bibit bawang merah bauji karena lebih tahan terhadap air disaat musim penghujan," tandas Edi. (inu/eno) Editor : Editor Content