Yang dimaksud dengan lembaran baru adalah nama dan komitmen laskar. Ya, Brigade Mubarok dulu bernama Laskar Samber Nyowo. Mereka merupakan salah satu laskar militan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Menurut Anif, seluruh anggota laskar sepakat berganti nama. Dari Laskar Samber Nyowo menjadi Brigade Mubarok. Salah satu pertimbangannya, seluruh anggota laskar yang berjumlah lebih dari 800 orang itu ingin menunjukkan wajah baru. Yakni, lebih ramah dan sopan. "Nama Samber Nyowo terkesan medeni (menyeramkan)," ucapnya.
Dengan nama dan semangat baru, Anif menegaskan, Brigade Mubarok berkomitmen menjadi pelopor laskar partai politik (parpol) yang ramah dan santun. Anif juga meyakini seluruh anggota laskar memiliki komitmen serupa. Toh, komitmen itu berasal dari aspirasi anggota.
Wajah santun dan ramah itu, Anif menyebut, antara lain, akan ditunjukkan saat konvoi. Tidak ada lagi konvoi laskar yang mengganggu pengendara lain. Tak ada pula peserta konvoi yang menggunakan sepeda motor dengan knalpot blombongan. Konvoi akan berjalan lebih terencana dan terkoordinasi.
"Begitu pula dengan minuman keras. Kami akan meminimalisasi anggota yang menenggak minuman keras saat atau akan konvoi," janjinya.
Ketua Brigade Mubarok Denada Wisnu Candra mengatakan hal senada. Nada, sapaan akrabnya, mengungkapkan komitmen itu lahir dari kesadaran bersama. Laskar yang notabene wajah parpol memang seharusnya bisa menunjukkan wajah serta sikap ramah dan sopan. "Bagaimana bisa mendapatkan simpati masyarakat kalau kami terkesan arogan," ingatnya.
Saat konvoi, Nada menyadari bukan perkara gampang mengendalikan seluruh anggotanya. Apalagi, jika ada provokasi dari laskar atau kelompok lain. Kendati begitu, Nada menegaskan, Brigade Mubarok mengedepankan perdamaian dan persatuan. Seperti teladan yang ditunjukkan para pahlawan. Mereka yang notabene dari berbagai suku dan agama bisa bersatu melawan penjajah.
"Kita hanya tinggal meneruskan perjuangan para pahlawan. Mari kita rawat Indonesia yang diberkahi ini," tambahnya. (zam) Editor : Editor Content