Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Brigade Mubarok Berkomitmen sebagai Pelopor Laskar yang Ramah dan Santun

Editor Content • Sabtu, 12 November 2022 | 00:22 WIB
Photo
Photo
RADAR JOGJA - Suhu politik menjelang Pemilu 2024 mulai menghangat. Itu, antara lain, ditandai dengan deklarasi laskar partai politik (parpol). Seperti deklarasi yang dilakukan Brigade Mubarok di Kalurahan Ringinharjo, Bantul Kamis (9/11). "Ini merupakan lembaran baru bagi kami," jelas Penasihat Brigade Mubarok Nurman Anif usai deklarasi.

Yang dimaksud dengan lembaran baru adalah nama dan komitmen laskar. Ya, Brigade Mubarok dulu bernama Laskar Samber Nyowo. Mereka merupakan salah satu laskar militan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Menurut Anif, seluruh anggota laskar sepakat berganti nama. Dari Laskar Samber Nyowo menjadi Brigade Mubarok. Salah satu pertimbangannya, seluruh anggota laskar yang berjumlah lebih dari 800 orang itu ingin menunjukkan wajah baru. Yakni, lebih ramah dan sopan. "Nama Samber Nyowo terkesan medeni (menyeramkan)," ucapnya.

Dengan nama dan semangat baru, Anif menegaskan, Brigade Mubarok berkomitmen menjadi pelopor laskar partai politik (parpol) yang ramah dan santun. Anif juga meyakini seluruh anggota laskar memiliki komitmen serupa. Toh, komitmen itu berasal dari aspirasi anggota.

Wajah santun dan ramah itu, Anif menyebut, antara lain, akan ditunjukkan saat konvoi. Tidak ada lagi konvoi laskar yang mengganggu pengendara lain. Tak ada pula peserta konvoi yang menggunakan sepeda motor dengan knalpot blombongan. Konvoi akan berjalan lebih terencana dan terkoordinasi.

"Begitu pula dengan minuman keras. Kami akan meminimalisasi anggota yang menenggak minuman keras saat atau akan konvoi," janjinya.

Ketua Brigade Mubarok Denada Wisnu Candra mengatakan hal senada. Nada, sapaan akrabnya, mengungkapkan komitmen itu lahir dari kesadaran bersama. Laskar yang notabene wajah parpol memang seharusnya bisa menunjukkan wajah serta sikap ramah dan sopan. "Bagaimana bisa mendapatkan simpati masyarakat kalau kami terkesan arogan," ingatnya.

Saat konvoi, Nada menyadari bukan perkara gampang mengendalikan seluruh anggotanya. Apalagi, jika ada provokasi dari laskar atau kelompok lain. Kendati begitu, Nada menegaskan, Brigade Mubarok mengedepankan perdamaian dan persatuan. Seperti teladan yang ditunjukkan para pahlawan. Mereka yang notabene dari berbagai suku dan agama bisa bersatu melawan penjajah.

"Kita hanya tinggal meneruskan perjuangan para pahlawan. Mari kita rawat Indonesia yang diberkahi ini," tambahnya. (zam) Editor : Editor Content
#pemilu 2024 #Bantul #Brigade Mubarok