Hal tersebut dibenarkan oleh Admin Toko Grosir Lestari, Indah Nur Rahma. Ia menilai penggunaan aplikasi bakal merepotkan. Sebab, mayoritas pedagang dan pengecer yang membeli di tokonya masih awam dengan penggunaan teknologi smartphone. Bahkan banyak diantaranya juga tidak memiliki smartphone sama sekali.
Indah mengungkapkan mayoritas pembeli migor curah di toko grosir yang berada tak jauh dari Pasar Bantul itu memang merupakan pedagang tradisional dan pelaku usaha kuliner. Sehingga, sebagian besar juga sudah terbiasa membeli secara manual atau tanpa aplikasi.
Seiring proses berlakunya kebijakan tersebut, Indah menyebut untuk sekarang para pembeli dan pengecer baru dilakukan pendataan alamat email saja. Pembelian manual pun masih dilayani namun dibatasi pembeliannya sebanyak 36 liter per orang.
"Menurut saya (penggunaan aplikasi Peduli Lindungi) akan merepotkan, karena pembeli masih awam. Diminta email aja bingung apalagi aplikasi, mayoritas juga tidak pakai gadget," ujar Indah saat ditemui, kemarin (30/6).
Salah satu pengecer migor di Pasar Bantul, Puji Lestari mengaku baru memberikan alamat email ke distributor untuk pembelian kebutuhan minyak gorengnya. Sebab akan ada kebijakan apabila tidak menyertakan alamat email maka pembelian tidak akan dilayani.
Dikatakan Puji, untuk saat ini memang ketersediaan minyak goreng sudah cukup memadai. Sehingga harganya pun sudah sesuai aturan pemerintah terkait harga eceran tertinggi (HET) migor curah sebesar Rp 14.000 - Rp 14.500 per liter. "Normalnya harga ini sudah lama, tiga bulan lebih," ungkapnya.
Terpisah, Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perindustrian (Dinas KUKMP) Bantul Agus Sulistyanto mengatakan, bahwa untuk penggunaan aplikasi Peduli Lindungi dalam pembelian minyak goreng curah masih belum berlaku di wilayahnya. Hingga saat ini belum ada peraturan resmi maupun petunjuk teknis pelaksanaan kebijakan tersebut.
"Sampai saat ini masih manual, belum ada sosialisasi (Peduli Lindungi). Nanti baru rapat zoom dengan Kementerian Perdagangan dan mudah-mudahan kami dapat petunjuk bagaimana teknis pelaksanaannya," beber Agus. (inu/bah) Editor : Editor Content