Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Banyak Gizi dan Manfaat, Olah Labu sampai Daunnya

Editor Content • Jumat, 25 Maret 2022 | 14:30 WIB
INOVATIF: Berbagai olahan dari labu hasil kreasi KWT Sukamaju, Sidomulyo, Bambanglipuro, Bantul, kemarin (24/3). SITI FATIMAH/RADAR JOGJA
INOVATIF: Berbagai olahan dari labu hasil kreasi KWT Sukamaju, Sidomulyo, Bambanglipuro, Bantul, kemarin (24/3). SITI FATIMAH/RADAR JOGJA
RADAR JOGJA - Tasminah, Ketua Kelompok Wanita Tani Sukamaju

 

Pertanian menjadi salah satu sektor unggulan di Bumi Projotamansari. Produknya bukan hanya tanaman segar, tapi mulai merambah berbagai olahan.

SITI FATIMAH, Bantul, Radar Jogja

Belasan ibu-ibu berkumpul di sekretariat Kelompok Wanita Tani (KWT) Sukamaju. Sebagian sibuk memarut, ada pula yang menggoreng, sebagian lainnya memilin adonan kenyal. Ternyata, mereka sedang membuat olahan dari labu. Mereka adalah anggota KWT Sukamaju binaan Tasminah.

Tasminah mulai membudidayakan labu sekitar satu bulan lalu. Ada beberapa jenis labu yang dia budidayakan. Antara lain, labu kuning atau waluh, labu oranye, dan labu madu. Tasminah tertarik membudidayakan, setelah mengetahui manfaat dari buah dengan nama latin cucurbita ini.

“Labu itu banyak manfaat dan gizinya. Menambah stamina juga kalau untuk laki-laki,” bebernya saat diwawancarai di Sekretariat KWT Sukamadu, Padukuhan Palihan, Sidomulyo, Bambanglipuro, Bantul, kemarin (24/3).

Perempuan 62 tahun ini menyemai bibit labu di sekitar rumahnya. Dia juga mengajak anggotanya untuk ikut menanam labu. Kebetulan, tanaman labu mudah dibudidayakan, tapi belum banyak yang menanam. “Di lingkungan ini belum banyak. Jadi sekarang menanam labu untuk dikembangkan pengolahannya secara keseluruhan,” ujarnya, kemudian mengajak ke pekarangan.

Tasminah rupanya memiliki satu batang labu yang sudah berbuah. Pada batang itu masih menggantung dua labu madu. Sebab buah yang lainnya sudah dia panen dan sedang diolah oleh anggotanya untuk menjadi beragam panganan. “Ini tinggal buah yang kecil saja. Daun-daunnya juga tinggal yang tua,” tunjuknya pada batang labu yang tumbuh di dekat sumur.

Nenek empat cucu ini kemudian menjelaskan, batang labu yang sudah berbuah tidak dapat berproduksi lagi. Sehingga harus dicabut dan disemai dengan bibit baru. “Tapi semua bagiannya bisa dibuat olahan,” lontarnya.

Buah labu jelas dapat diolah menjadi beragam panganan. Sebut saja kolak atau disayur lodeh. Tapi, Tasminah tak mau berhenti pada olahan itu-itu saja. Dikreasikannya labu menjadi geplak, dodol, keripik, hingga isian kue pie dan pizza. “Nah daunnya juga bermanfaat. Itu punya khasiat dan kami olah juga,” cetusnya.

Tasminah memetik beberapa lembar daun labu yang masih muda. Setelah itu, dicucinya sampai bersih dan ditiriskan. Ibu dua anak ini kemudian menyerahkannya kepada anggota KWT Sukamaju. Ternyata, daun labu itu dicelupkan ke adonan lantas digoreng.

“Ini inovasi sendiri, ternyata daun labu bisa jadi keripik. Walaupun daunnya seperti berbulu, tapi kalau sudah dimasak jadi enak, nggak gatal,” ucapnya mencoba meyakinkan.

Melalui berbagai hasil kreasi olahan dari labu, Tasminah berharap tumbuh kemandirian dari perempuan di wilayahnya. Sehingga perempuan tidak hanya berdiam diri rumah. Tapi mampu berkarya dan menjadi mandiri. “Saya sudah bekerjasama dengan 26 supermarket. Olahan labu ini akan saya daftarkan P-IRT untuk bisa dipasarkan secara luas,” tegasnya.

Dalam kesempatan ini turut hadir tokoh pertanian di Sidomulyo, Suryanto. Ayah dua orang putri ini membeberkan keuntungan budi daya labu. Produk unggulannya kali ini adalah labu madu. Namun, ia juga menanam waluh, labu oranye, dan labu botol.

Dari lahan seluas 500 meter persegi, dia menanam sebanyak 100 batang labu madu. Satu batang labu mampu berbuah sebanyak 10-12 butir. Satu buah labu madu beratnya sekitar 1-3 kilogram. Dalam satu kali panen, hasil produksi Suryanto bisa mencapai 5 kuintal labu madu. Sementara labu madu dihargai Rp 15 ribu per kilogram. “Itu sudah pasti ada tengkulak yang ambil,” ucapnya. (laz) Editor : Editor Content
#Kelompok Wanita Tani #KWT Sukamadu