Salah satu komponen penting dalam bregada adalah musik. Irama dari instrumen yang dibunyikan berperan sebagai pengiring langkah. Selain itu, musik juga dapat jadi penanda kegiatan bregada. “Alunan musik bagian dari bregada itu sendiri. Keraton memiliki berbagai macam komposisi untuk keperluan,” beber Anggota Korps Musik Prajurit Keraton Jogja, Arsa Rintoko kepada Radar Jogja di Balai Budaya Karangkitri, Panggungharjo, Sewon, Bantul Minggu (31/10).
Musik yang dimainkan dengan cepat dikenal dengan lampah mars. Sementara musik yang dimainkan dengan tempo lebih lambat disebut lampah macak. “Ada iringan lain seperti penghormatan, seperti gending untuk tanda tertentu di dalam olah kemiliteran,” jelasnya.
Pria 27 tahun ini turut memaparkan, musik iringan prajurit terjadi atas hasil akuturasi budaya. Budaya yang paling berkontribusi adalah Jawa dan Eropa. Namun keberadaan Bregada Dhaeng dan Bugis, turut menandai tercampurnya budaya Bugis Makassar dalam musik iringan. “Itu membuat nuansa militer (di Keraton Jogja berwarna, Red), karena merupakan percampuran dari berbagai budaya tadi,” jabarnya.
Sepintas, akulturasi budaya dapat dilihat dari instrumen musik yang digunakan. Eropa diwakili oleh keberadaan terompet, tambur, dan suling. Dari kebudayaan Jawa, terdapat bende dan kecer. Sementara budaya Bugis Makassar dapat dilihat dari penggunaan ketipung dodok dan puik-puik. “Bende dan kecer merupakan alat musik perang bagi bangsa Jawa. Yang Eropa, juga sama, merupakan alat musik perang. Dulu dari budaya Napoleon Bonaparte. Ketipung dodok, merupakan adaptasi dari instrumen gandrang di Makassar,” paparnya.
Didapuk sebagai pemateri dalam Workshop Bergada Rakyat DIJ 2021, Arsa berharap dapat menambah wawasan pesertanya. “Walaupun saya sendiri masih belajar, tapi mari bersama-sama mewujudkan musik bregada yang khas. Sehingga seni keprajuritan dapat jadi ikon atau pilar Keistimewaan Jogja,” cetusnya.
Salah satu peserta workshop Sarjono. Kakek 74 tahun ini membawa dua suling dalam kegiatan ini. “Saya sudah lama ikut bregada. Jadi saya datang untuk memajukan saya dibidang suling. Nanti ilmu akan dibagikan ke teman-teman kelompok,” tandas anggota dari Bregada Kalurahan Panggungharjo itu. (fat/pra) Editor : Editor Content