Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Abdi Dalem Surakarta Gelar Labuhan di Parangkusumo

Editor Content • Selasa, 24 Agustus 2021 | 16:01 WIB
ELANG KHARISMA DEWANGGA/RADAR JOGJA
ELANG KHARISMA DEWANGGA/RADAR JOGJA
RADAR JOGJA – Mengenakan pakaian berwarna hitam, sekitar dua ratus orang yang terdiri dari abdi dalem Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat berkumpul di Cepuri Parangkusumo, Parangtritis, Kretek, Bantul. Mereka datang dari berbagai wilayah di Jawa Tengah dan DIJ untuk menyelenggarakan Hajad Dalem Labuhan Tahun Alip 1955/2021.

Upacara diawali dengan doa dan penyerahan ubo rampe. Terdiri dari tumpeng komplit, tumpeng asrep-asrepan, ingkung, sego gurih, dan jajan pasar serta potongan rambut dan kuku Sri Susuhunan Pakubuwono XIII. Ubo rampe kemudian diarak menuju bibir Samudra Hindia. Ubo rampe kembali didoakan sebelum dilarung.

“Ini rangkaian kegiatan menyambut tahun baru Jawa atau Islam. Di mana orang Jawa mengakui keberadaan Islam. Dan menyatukan kalender Jawa menjadi kalender yang sama dengan Hijriah. Sebagai rasa syukur perwakilan unsur,” tutur Ketua Paguyuban Abdi Dalem Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat Se-Kota Semarang Raya, Arya Wandiro Joyonagoro diwawancarai Radar Jogja kemarin.

Upacara juga disebut sebagai perwujudan rasa syukur. Sekaligus sebagai ungkapan rasa terima kasih kepada Tuhan yang diwakili unsur alam dari unsur air. “Maka dilakukan labuhan ageng ini,” ujarnya.

Diketahui, pelaksanaan labuhan berlangsung saat penerapan PPKM level 4 di DIJ, khususnya di Bantul. Namun dikatakan, setiap kegiatan yang berkaitan dengan keraton dan para Gusti (adik raja) tetap harus dilaksanakan. “Mau tidak mau, keraton masih jadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Ketika keraton tidak ada kegiatan, kami disalahkan. Ketika kami mengadakan kegiatan, banyak juga yang menyalahkan. Karena harus mengikuti prokes secara ketat,” keluhnya.

Ditekankan, sebelum pelaksanaan kegiatan, rombongan sudah menjalani rangkaian pemeriksaan kesehatan. Termasuk melaksanakan swab antigen. “Sangat ketat, karena keraton tidak mau menerima dampak yang merugikan. Akibat dari perorangan yang masuk dan tidak terdeteksi membawa virus,” ujarnya.

Terpisah, Kapolres Bantul AKBP Ihsan menyebut, pihaknya melakukan telah melakukan penyekatan. Guna menghalau pengunjung datang ke Pantai Parangkusumo guna peringatan malam 15 Suro/Muharam penanggalan Jawa/Hijriah. “Kami paham, ini tradisi tahunan, mulai tadi pagi jam 09.00. Kami lakukan penyekatan di tiga lokasi,” ujarnya.

Penyekatan pertama di tempat pemungutan retribusi (TPR). Kedua setelah jembatan Kretek simpang tiga. Terakhir di Ngangkruksari, Donotirto, Kretek, Bantul.

Dengan harapan, penyekatan menghalau warga yang ingin memasuki kawasan Pantai Parangkusumo. “Karena pengalaman 1 Muharam kemarin ternyata yang paling banyak dari luar DIJ. Seperti Solo, Klaten, dan Kudus yang ingin ritual di Parangtritis dan Parangkusumo. Kami berharap dengan penyekatan ini tentunya bisa antisipasi kerumunan. Walaupun kita tahu,” dalihnya. (fat/bah)

 

 

  Editor : Editor Content
#parangtritis #Abdi Dalem Surakarta #labuhan #Bantul #parangkusumo