Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Harga Sapi Anjlok Rp 3 juta Per Ekor

Editor Content • Kamis, 16 April 2020 | 20:54 WIB
AMBIL BANTUAN: Warga Kota Jogja antre untuk menerima bantuan sosial (Bansos) di Kantor Pos Besar, Jogja (9/5). Bansos berupa uang Rp 600 ribu dibagikan kepada 6.203 warga terdampak Covid-19.( Elang Kharima Dewangga/radar jogja)
AMBIL BANTUAN: Warga Kota Jogja antre untuk menerima bantuan sosial (Bansos) di Kantor Pos Besar, Jogja (9/5). Bansos berupa uang Rp 600 ribu dibagikan kepada 6.203 warga terdampak Covid-19.( Elang Kharima Dewangga/radar jogja)
 

 

 

 

RADAR JOGJA - Pedagang di Pasar Hewan Imogiri mengeluh atas anjloknya harga sapi dan kambing di pasaran. Harga per ekor sapi turun hingga Rp 3 juta dari harga normal, sementara kambing turun hingga Rp 300 ribu per ekornya dari harga normal Rp 2.700.000.

 

 

 

Turunnya harga kedua hewan tersebut tak lain akbat dari pandemi virus korona, sehingga permintaan pasar menurun.  Paijo, 55, warga Siluk mengungkapkan, harga sapi per ekornya menurun drastis sejak dilanda pandemi. Anjloknya harga mulai terasa sejak minggu pertama.

 

Secara bertahap dari minggu per minggu mengalami penurunan. Mulai dari ratusan ribu hingga saat ini Rp 3 juta dari harga normal Rp 10 jutaan. Harga sapi kemungkinan akan kembali turun apabila permintaan terus melemah.  "Peminatnya hanya orang lokal," ungkap Paijo, yang setiap legi berjualan di Pasar Hewan Imogiri, Rabu (15/4). Dikatakan, distribusi jual beli di luar DIJ saat ini terhambat. Bahkan pasokan sapi yang biasanya didatangkan dari Wonogiri, Kebumen, dan wilayah lain saat ini kosong.

 

Hal serupa juga dikeluhkan Saryono, 53. Dia mengaku harus pulang dengan tangan hampa. Satu ekor sapi yang dia beli tidak dapat djual kembali. Padahal, jika pasaran normal rata-rata penjualan sapi bisa sampai tiga hingga empat ekor. Menurutnya, jam operasional pasar yang kini berkurang, maka kesempatan pedagang bertemu dengan pembeli semakin tipis. Tak sedikit pedagang yang gagal menjual sapi-sapinya. " Biasa tutup hingga pukul 12.00, sekarang pukul 10.00 sudah ditertibkan," ungkap dia.

 

Meski geliat menurun, dia berharap pasar masih tetap dibuka. Sebab, dari penjualan hewan ternak inilah satu-satunya penghasilan yang didapat.

 

Kabid Peternakan dan Kesehatan  Hewan Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan (Disperpautkan) Bantul Joko Waluyo mengatakan, dampak Covid-19 di sektor peternakan sangat terasa. Berdasarkan pantauan di Pasar Hewan Imogiri Bantul, jumlah sapi yang masuk mengalami penurunan hingga 75 persen hingga 80 persen dari total sapi sebanyak 500 hingga 600 ekor tiap pasaran. Ditambah 200 ekor kambing dan domba.  "Kalau sekarang yang masuk 50 sampai 75 ekor sapi juga kambing," ungkap Joko.

 

Faktor terbesar yang mempengaruhi harga ternak menurun lantaran tingkat konsumsi daging rendah. "Ya karena restoran dan hotel banyak yang tutup. Kegiatan masal juga tidak ada," katanya. (mel/bah)

 

 

  Editor : Editor Content
#Harga Sapi Turun #Bantul #sapi