Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VII Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal Bina Marga Ir Akhmad Cahyadi mengatakan, revitalisasi dilakukan selama 90 hari dimulai sejak 30 September 2019 dan selesai 27 Desember 2019.
Lingkup kegiatan dilaksanakan dengan membongkar devider atau pembatas samping. Dengan demikian merubah fungsi jalur lambat menjadi jalur cepat. Sehingga kapasitas jalan menjadi bertambah dengan adanya laju baru."Jalan ini terdiri dari konstruksi aspal hotmix 2 lapis AC-BC dengan tebal 6 cm dan AC-WC dengan tebal 4 cm. Sementara lebar jalan 19 m," ungkap Akhmad.
Selain itu, di sepanjang ruas itu juga dibangun median. Sekitar 1,5 meter. Nah, buis beton yang berada di tengah atau sebagai pembatas jalan ini, difungsikan untuk pot dan lampu penerangan jalan umum (LPJU) lengan ganda sebanyak 12 unit. "Kami juga lakukan revitalisasi trotoar. Menyiapkan guiding block untuk disabilitas dan marka yellow box juction," ungkapnya.
Bupati Bantul Suharsono mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul mendorong pembangunan terus maju dan merata di seluruh wilayah Bantul. Dengan pembangunan yang maju, diharapkan kesejahteraan warga semakin meningkat. Sehingga penumbuhan ekonomi juga semakin merata. "Meskipun ada keterbatasan anggaran dan kemampuan sumber daya. Ini akan kami dorong ke arah yang lebih maju," ungkapnya.
Dengan demikian, Bantul sebagai pintu gerbang semakin siap menyambut YIA. Pembangunan yang serasi dan selaras dengan Jalan Klodran-Gose, menjadi satu kesatuan pusat Kota Bantul. Apalagi belum lama ini juga telah diresmikan Taman Kota Klodran. (mel/din) Editor : Editor Content