Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Karakternya Khas, Kalau Guyon Sarkas, Apa Adanya…

Editor News • Rabu, 13 November 2019 | 18:23 WIB
Istri almarhum Djaduk Ferianto, Petra (baju putih, kanan) menerima ucapan belasungkawa para tamu yang melayat di rumah duka, Sembungan, Kasiham, Bantul, Rabu (13/11). (SETIAKY A KUSUMA/RADAR JOGJA).
Istri almarhum Djaduk Ferianto, Petra (baju putih, kanan) menerima ucapan belasungkawa para tamu yang melayat di rumah duka, Sembungan, Kasiham, Bantul, Rabu (13/11). (SETIAKY A KUSUMA/RADAR JOGJA).
RADAR JOGJA - Musisi Jogja RM Gregorius Djaduk Ferianto meninggal dunia pada Rabu (13/11) dini hari, pukul 02.30 WIB di kediamannya. Putra bungsu seniman tari legendaris Bagong Kussudiardjo itu hingga akhir hayatnya tetap konsisten.

Memperjuangkan seni dan membuka ruas-ruas seni di kalangan masyarakat. Salah satunya mendirikan festival musik Ngayogjazz yang dijadwalkan pada Sabtu (16/11) di Kwagon, Godean.

Djaduk lahir di  Jogja  pada 19 Juli 1964, meninggalkan seorang istri dan lima anak. Penggagas Ngayogjazz, grup musik Kua Etnika dan Sinten Remen itu selalu konsisten pada musik tradisi dengan sentuhan modern.

Kakak Kandung Djaduk, Otok Bima Sidarta mengatakan dirinya mendapat kabar meninggalnya sang adik pada Rabu dini hari oleh istrinya karena serangan jantung. Di mata keluarga, Djaduk merupakan sosok yang baik.

“Djaduk itu orangnya baik. Suka gojekan (bercanda) tapi serius," ungkap Otok saat ditemui dirumah duka di Kembaran, Kasihan, Bantul. Dia mengaku sangat kehilangan dengan kepergian adiknya itu. Di mata para seniman, Djaduk dikenal sebagai sosok yang peduli dengan seniman muda. 

“Meskipun terkadang ketika guyon sarkas, tapi itu menjadi karakter khas dirinya, yakni apa adanya,” tambahnya. (sky/tif) Editor : Editor News
#Ngayogjazz #Djaduk Ferianto #seniman jogja