BANTUL - Wisatawan yang berkunjung ke Pantai Depok mengeluhkan harga makanan yang dijual salah seorang pedagang terlalu mahal. Aksi itu diunggah melalui media sosial, karena merasa harga yang diberikan tidak sesuai dan merasa menjadi korban nuthuk pedagang. Dalam postingan di akun fecebook Info Imogiri, terlihat jelas korban memposting struk dengan harga total Rp 1.205.000.
"Saya cek di media sosial tapi saat ini unggahan tersebut sudah di-take down terus muncul klarifikasi diselesaikan secara kekeluargaan,” jelas Kepala Dinas Pariwisata Bantul Saryadi saat dikonfirmasi, Kamis (26/3).
Menurutnya, dilihat dari struk yang diposting saat ini ia belum bisa mengidentifikasi pedagang yang bersangkutan. Apakah memang benar memberikan harga nuthuk atau tidak. Sebab, ia tidak tahu harga standar yang ditetapkan.
"Nanti kita bisa cek ke warung dan ke pengelola di Depok, harga segitu wajar apa enggak,” katanya.
Terpisah, Ketua Komisi B DPRD Bantul Arid Haryanto menyayangkan adanya kejadian ini. Ia mengaku sejak dulu selalu memberikan saran kepada penggiat pariwisata, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar tidak memanfaatkan libur Lebaran untuk mengambil keuntungan yang berlebih.
"Apalagi nuthuk, kita berharap, mudah-mudahan tidak terulang lagi,” katanya saat ditemui di DPRD Bantul.
Menurutnya, momen libur Lebaran justru jangan dipakai untuk membuat kekecewaan para pengunjung. Sebab, kasus seperti ini bisa membuat citra Bantul menjadi kurang baik.
Sementara itu, salah seorang wisatawan asal Pacitan, Jawa Timur, Luqman, 31, juga menjadi korban nuthuk di Pantai Parangtritis. Ia mengaku membeli es kelapa muda dibanderol Rp 40 ribu per biji. "Sebelumnya saya sudah pernah beli Rp 20 ribu. Terus sekarang harganya malah Rp 40 ribu,” keluhnya. (cin/laz)