Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kasus Campak Meningkat, Warga di Bantul Tekankan Pola Hidup Sehat dan Vaksinasi

Cintia Yuliani • Senin, 16 Maret 2026 | 03:30 WIB

Tanda-tanda penyakit campak.
Tanda-tanda penyakit campak.

BANTUL - Meningkatnya kembali kasus campak membuat masyarakat mulai mewaspadai penularannya. Terlebih menjelang Lebaran di mana banyak orang berkumpul dengan keluarga.

Warga pun menilai menjaga pola hidup sehat dan melakukan vaksinasi menjadi langkah penting untuk mencegah penularan penyakit tersebut.

Warga Kaliurang, Argomulyo, Sedayu, Munasir, 63, mengatakan, agar tidak tertular campak masyarakat perlu menjaga pola hidup sehat. Menurutnya, pemenuhan gizi menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga daya tahan tubuh.

"Pola makan yang jelas tercukupi. Mulai dari karbohidrat, protein, mineral, vitamin itu juga harus sudah cukup," katanya saat ditemui di rumahnya, Jumat (13/3).

Ia menambahkan, pola hidup sehat juga perlu diimbangi dengan waktu istirahat yang cukup serta kebiasaan makan teratur. "Terus makan kalau bisa sehari tiga kali," katanya.

Selain itu, kebersihan dan daya tahan tubuh juga harus dijaga agar tidak mudah tertular penyakit. Ia menilai stres juga dapat memengaruhi kondisi tubuh.

Munasir mengaku rutin berolahraga untuk menjaga kesehatan tubuhnya. Salah satu olahraga yang ia lakukan adalah bermain tenis meja. "Olahraga saya rutin pimpong masih kuat 20 sampai 30 set," ujarnya.

Ia mengatakan, biasanya berolahraga tiga kali dalam seminggu dengan durasi sekitar dua jam setiap kali latihan. Menurutnya, olahraga perlu dilakukan secara disiplin meskipun memiliki kesibukan.

Sementara itu, warga Krapyak Wetan, Panggungharjo, Sewon, Khoiria, 32, mengatakan, dua dari tiga anaknya pernah terkena campak saat masih duduk di bangku taman kanak-kanak. "Anak pertama dan kedua udah divaksin, tapi tetap kena campak. Cuma mungkin kalau udah divaksin ngga terlalu parah," katanya.

Ia mengaku sempat merasa takut ketika anak pertamanya terkena campak. Namun setelah memiliki pengalaman merawat anak yang sakit, ia tidak terlalu khawatir ketika anak berikutnya mengalami hal serupa.

"Anak terakhir yang sekarang umur dua tahun sudah divaksin campak pas umur sembilan bulan, jadi lebih tenang," ujarnya.

Saat kedua anaknya terkena campak, ia tidak memperbolehkan mereka keluar rumah maupun bersekolah selama sekitar satu minggu agar tidak menularkan kepada orang lain.

Khoiria menilai penanganan cepat sangat penting ketika anak mulai menunjukkan gejala campak. Karena itu ia langsung memeriksakan anaknya ke dokter agar segera mendapatkan penanganan. "Seharian juga ga boleh mandi. Atau kalau udah dua hari baru boleh mandi," katanya.

Ia juga menyarankan masyarakat untuk melakukan vaksinasi campak, terutama bagi anak-anak yang belum mendapatkannya.  Menurutnya, langkah tersebut penting karena campak merupakan penyakit yang mudah menular, terlebih menjelang momen Lebaran ketika banyak orang berkumpul. (cin/laz)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#penularan #pola hidup sehat #campak #kasus campak #vaksinasi #lebaran