Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Harga Komoditas Bapok di Bantul Turun kecuali Cabai Rawit Merah

Cintia Yuliani • Selasa, 10 Maret 2026 | 16:45 WIB

Kepala DKUKMPP Bantul Prapta Nugraha
Kepala DKUKMPP Bantul Prapta Nugraha

BANTUL - Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUKMPP) Bantul mencatat harga bahan pokok (bapok) saat ini kebanyakan mengalami penurunan. Namun, ada pula yang mengalami kenaikan.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUKMPP) Bantul Prapta Nugraha mengatakan, harga komoditi yang turun di antaranya Minyakita Rp 16.140 menjadi 15.500 per kilogram. "Minyak hampir stabil karena masih di bawah HET," jelasnya Selasa (10/3).

Daging sapi mengalami penurun dari Rp 140 ribu menjadi Rp 138 ribu per kilogram. Daging ayam dari Rp 39.467 menjadi Rp 38.600 per kilogram. Telur dari 32 ribu menjadi Rp 28 ribu. Cabai keriting turun dari Rp 43 ribu menjadi Rp 35 ribu per kilogram. Sedangkan untuk harga beras relatif stabil.

"Kenaikan signifikan di cabai rawit merah dari Rp 89 ribu menjadi Rp 94 ribu," bebernya.

Sementara untuk stok komoditi di pasar tradisional masih tersedia dengan jumlah yang cukup. Seperti di pasar Bantul, Niten, dan Piyungan. "Insya Allah Lebaran masih aman," katanya.

Sementara itu, pihaknya telah menambah gas LPG 3 kilogram pada bulan Februari sebanyak 85 ribu. Minggu pertama bulan Maret ini pihaknya mengajukan kenaikan permintaan tabung gas LPG 3 kilogram kepada pertamina  sekitar 91.889. "Saya kira cukup sampai habis lebaran," tuturnya.

Dinasnya juga telah melakukan pengawasan kepada SPBU agar tidak melebihi harga yang ditentukan. Selain itu juga untuk menjaga kepercayaan konsumen terhadap SPBU khususnya bahan bakar minyak.

DKUKMPP Bantul juga melakukan operasi pasar di beberapa pasar untuk mengantisipasi lonjakan harga dan stok bahan pangan.

"Besok pagi akan ada operasi pasar murah seni gabusan," tuturnya.

Sementara itu, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan, secara umum komoditi pangan  cenderung turun kecuali cabai merah. Biasanya pola yang terjadi menjelang lebaran harga bapok semakin naik.

"Jadi Insya Allah melihat tren seperti ini kita optimistis kesediaan pangan aman, harga juga masih terjangkau masih dalam level jangkauan mayoritas warga Bantul," katanya.

Pihaknya juga telah membentuk gabungan bersama kepolisian untuk melakukan pemantauan terutama mencegah terjadinya penimbunan barang. Sebab, penimbunan barang adalah tindakan ilegal yang bisa melanggar hukum. maka dari itu, bersama kepolisian sebagai aparat hukum memastikan tidak ada penimbunan komoditi.

"Terutama komoditi strategis seperti minyak goreng, tepung terigu, beras, dan beberapa komoditi yang lain," pungkasnya. (cin)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#harga bahan pokok #cabai rawit merah #dkukmpp #pasar tradisional #Bupati Bantul Abdul Halim Muslih #DKUKMPP Bantul #lebaran #bapok