BANTUL - Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Bantul mencatat terdapat harga bahan pokok mengalami kenaikan saat Ramadan. Yakni hanya pada komoditas cabai dan daging ayam.
“Ayam naik sedikit, paling banyak yang naik harga cabai,” jelas Kepala DKUKMPP Bantul Prapta Nugraha Jumat (20/2).
Harga cabai sekitar Rp 80 ribu per kilogram. Sementara daging ayam mencapai Rp 39 ribu per kilogram. Menurutnya, kenaikan harga dua bahan pokok ini normal terjadi di bulan Ramadan. Sebab kebutuhan semakin banyak. “Semoga di Februari ini dari Dinas Pertanian ada panen cabai, harapannya bisa terkendali,” ucapnya.
Namun, ia memastikan stok di pasar masih tersedia. Sehingga ia mengimbau masyarakat tidak panik dan membeli bahan pokok sewajarnya saja. Agar harga tidak mengalami kenaikan yang signifikan.
Berdasarkan portal bahan pokok DKUKMPP Bantul, jumlah stok komoditas cabai yang berada di Pasar Bantul untuk stok cabai rawit merah sebanyak 25 kilogram. Kemudian cabai rawit hijau 10 kilogram, dan cabai merah keriting 30 kilogram. Selain itu, stok bawang putih kating 180 kilogram, bawang putih honan 180 kilogram, dan bawang merah 200 kilogram.
Salah satu penjual cabai di Pasar Bantul Waginah Trekminah, 60, mengatakan, harga cabai baru mengalami kenaikan kemarin (20/2). Harga cabai keriting di harga Rp 50 ribu per kilogram yang sebelumnya Rp 40 ribu per kilogram. Sedangkan cabai rawit Rp 100 ribu per kilogram yang sebelumnya Rp 85 ribu per kilogram.
“Tapi di bulan Ramadan ini ada kenaikan penjualan yang biasanya terjual 10 kilogram perhari, jadi 20 kilogram perhari,” terangnya.
Sementara itu, penjual daging ayam Noni Pratiwi, 43, mengatakan, harga daging ayam telah mengalami kenaikan sejak dua minggu lalu. Harga daging ayam saat ini Rp 40 ribu per kilogram. Sedangkan dua minggu lalu Rp 36 ribu per kilogram. “Dua hari kemarin penjualan naik karena Ramadan. Biasanya terjual Rp 20 kilogram, sekarang 30 kilogram per hari,” katanya.
Menurutnya, kenaikan harga daging ayam dikarenakan beberapa faktor. Selain karena puasa, juga adanya program makan bergizi gratis (MBG) dan tradisi ruwahan. (cin/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita