BANTUL - Hujan deras yang mengguyur DIY Sabtu (27/12) mengakibatkan banjir di Padukuhan Ceme 2, Srigading, Sanden. Kejadian tersebut mengakibatkan sebanyak 20 rumah warga terendam banjir.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul Mujahid Amrudin mengatakan, selain merendam puluhan rumah, banjir juga mengharuskan petugas mengevakuasi seorang lanjut usia (lansia) yang sedang sakit. “Ada satu lansia yang dievakuasi menggunakan tandu karena yang bersangkutan sedang sakit dan tidak bisa berjalan,” sebutnya saat dihubungi Radar Jogja Minggu (28/12).
Mujahid menjelaskan, evakuasi dilakukan oleh relawan Srigading, Basarnas, dan BPBD berjumlah 10 orang. Awalnya evakuasi direncanakan menggunakan perahu. Namun akhirnya dilakukan dengan tandu.
Dia menyebut, BPBD Bantul mengerahkan sekitar 250 relawan dari 35 komunitas pada Sabtu (27/12). Terdiri dari unsur TNI, Polri, serta relawan kebencanaan lainnya.
Para relawan disiagakan sejak pagi hingga sore hari untuk menangani berbagai kejadian. Mulai dari banjir hingga pohon tumbang. “Posko kami pusatkan di Balai Desa Srigading,” katanya.
Menurutnya, air di Pleret, Sanden, dan wilayah selatan lainnya sudah surut. Ketinggian air tidak sampai merusak perabot rumah tangga maupun barang elektronik warga. Warga yang sempat bertahan di rumah masing-masing kini sudah bisa beraktivitas kembali.
Sementara itu, Dukuh Ceme Nuri Suharyani mengatakan, hujan di padukuhannya sudah berlangsung sejak Jumat (26/12). Sehingga debit air Sungai Winongo Kecil naik dan meluap, mengakibatkan banjir pada Sabtu (27/12). “Ketinggian air 15 sampai 20 centimeter,” ucapnya.
Ia mengaku, kondisi air yang menggenangi rumah warganya sudah mulai surut. Namun jika hujan kembali terjadi, ada kemungkinan sungai meluap.
Perangkat Kalurahan Srigading Sulis Tyanyotoro juga menyebut, intensitas hujan yang tinggi dan berlangsung cukup lama juga mengakibatkan Jalan Samas tertutup. Sehingga batas antara sungai dan jalan hampir tidak terlihat. “Kemarin airnya juga masuk ke sawah-sawah yang ada di sisi timur Jalan Samas,” tuturnya. (cin/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita