BANTUL - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul mencatat terdapat tujuh kapanewon di Bantul yang terdampak banjir sejak Sabtu (27/12). Seluruhnya tersebar di Imogiri, Jetis, Bambanglipuro, Sanden, Kretek, Srandakan, dan Pundong.
“Rata-rata di selatan Bantul yang terdampak,” sebut Kepala DKPP Bantul Joko Waluyo saat dihubungi lewat sambungan telepon Minggu (28/12).
Dari tujuh kapanewon tersebut, yang paling banyak terdampak berada di Srandakan, Kretek, dan Sanden. “Total luas lahan pertanian yang terdampak sekitar 4.250 hektare,” katanya.
Dia mengatakan, lahan pertanian yang terdampak rata-rata berada di usia dua sampai tiga bulan. Namun, ada pula tanaman yang sudah siap panen terendam banjir. “Kalau banjirnya nggak lama, tanamannya kemungkinan nggak akan mati,” terangnya.
Dia berharap, air yang menggenangi lahan pertanian warga bisa cepat surut. Sehingga petani tidak mengalami kerugian yang besar. “Kami sedang terus memantau di lapangan, mana saja yang tergenang,” katanya.
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani manunggal Subandi mengatakan, lahan pertanian kelompoknya di Ngepet, Srigading, Sanden dengan luas sekitar 300 hektare terancam gagal panen karena terendam banjir.
“Bawang merah baru 20 hari mati semua, padi juga mati karena kan terendam banjir semalaman,” sebut pria berusia 70 tahun ini. (cin/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita