Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dinkes Bantul Siagakan 189 Tenaga Kesehatan Selama Nataru, Fokus Posko dan Antisipasi Bencana

Cintia Yuliani • Rabu, 24 Desember 2025 | 04:45 WIB
 
 
Jumpa pers Dinas Kesehatan Bantul dalam kesiapsiagaan libur Nataru Selasa (23/12)
Jumpa pers Dinas Kesehatan Bantul dalam kesiapsiagaan libur Nataru Selasa (23/12)
 
BANTUL - Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul mengerahkan ratusan tenaga kesehatan untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap optimal selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Kesiapsiagaan ini difokuskan pada pengamanan pos pelayanan, kawasan wisata, serta antisipasi potensi bencana hidrometeorologi.
 
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Bantul Anugrah Wiendyasari menjelaskan, tenaga kesehatan juga disiagakan melalui tim reaksi cepat (TRC) puskesmas untuk mengantisipasi kejadian bencana hidrometeorologi.
 
Baca Juga: Viral Penolakan Penebangan Pohon Munggur, Pihak SMKN 3 Kasihan Tegaskan Hanya Ikuti Rekomendasi BPBD Bantul
 
“TRC langsung turun ke lapangan untuk melakukan pendataan dan asesmen, termasuk melihat ada tidaknya warga terdampak serta melibatkan fasilitas pelayanan kesehatan terdekat,” sebutnya saat di jumpa pers di Kantor Dinkes Bantul Selasa (23/12).
 
Menurutnya, setiap puskesmas memiliki satu TRC. Selain itu, Dinkes Bantul juga membuka pos pelayanan terpadu di Simpang Empat Druwo sejak 23-31 Desember 2025. Pada periode 23–30 Desember, pos tersebut dijaga satu sif dengan tiga personel dari sore hingga malam. 
 
“Untuk tanggal 31 Desember, dua sif dari pagi sampai malam karena antisipasi puncak keramaian malam tahun baru,” jelasnya.
Baca Juga: Laga Sarat Nostalgia dengan Mantan Tim, Pemain PSIM Jogja Rahmatsho Tetap Profesional Hadapi Persijap Jepara
 
Sementara itu, pos pelayanan di kawasan Pantai Parangkusumo mulai beroperasi pada 28 hingga 31 Desember 2025. Pola penjagaan sama, yakni satu sif pada 28–30 Desember dan dua sif pada 31 Desember.
 
“Total tenaga kesehatan yang disiapkan khusus untuk posko ada 45 orang. Petugas ini berasal dari puskesmas rawat jalan dan TRC,” imbuh Anugrah.
 
Selain itu, Dinkes Bantul juga melibatkan tenaga kesehatan dari puskesmas yang memiliki sumber daya mencukupi untuk melaksanakan piket tambahan. Seluruh jadwal telah disusun dan disesuaikan dengan wilayah kerja masing-masing puskesmas.
 
Baca Juga: Tak Berani Ambil Risiko, Petani Tadah Hujan Gunungkidul Andalkan Pupuk Kimia demi Panen Maksimal
 
Untuk pelayanan di kawasan wisata, puskesmas terdekat tetap menjadi garda terdepan. Dinkes Bantul memastikan setiap kapanewon memiliki minimal satu puskesmas rawat inap yang membuka layanan 24 jam. Khusus wilayah Bantul kota dan sekitarnya, layanan 24 jam telah tersedia sehingga tidak diperlukan penambahan puskesmas rawat inap khusus.
 
“Jika sewaktu-waktu dibutuhkan penjemputan ambulans, kami sudah menyiapkan tim dari puskesmas. Selain itu, ada TRC yang siap on call apabila terjadi kondisi di luar situasi normal,” katanya.
 
Dinkes Bantul juga telah membentuk tim kebencanaan lintas wilayah yang siap diaktifkan sewaktu-waktu. Tim ini dibagi berdasarkan wilayah barat, utara, timur, dan selatan dengan koordinator masing-masing kepala bidang, guna mempercepat jalur koordinasi saat terjadi keadaan darurat.
 
Baca Juga: Minta Doa Restu ke Wagub Paku Alam X jelang Keberangkatan ke Eropa, Veda Ega Pratama dan Kiandra Ramadhipa Optimistis Tatap 2026
 
“Tim ini sudah ditetapkan melalui SK. Kalau tidak ada bencana memang tidak diaktifkan, tapi sewaktu-waktu siap bergerak,” jelas Anugrah.
 
Secara keseluruhan, jumlah petugas kesehatan yang disiagakan selama libur Nataru mencapai 189 orang. Rinciannya, sebanyak 45 tenaga kesehatan bertugas di posko terpadu dan kawasan wisata, sementara 144 tenaga kesehatan lainnya berjaga di 16 puskesmas, dengan sistem tiga sif, masing-masing sif diisi tiga petugas.
 
Sementara itu, Kepala Dinkes Bantul Agus Tri Widyantara menyampaikan sejumlah langkah kesiapsiagaan yang dilakukan instansinya selama Nataru. Di antaranya, seluruh fasilitas pelayanan kesehatan melakukan sosialisasi serta komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) kepada masyarakat tentang perjalanan sehat, aman, dan selamat melalui media sosial.
 
Baca Juga: PSS Sleman Terus Genjot Kondisi Fisik Pemain jelang Jamu Persipal Palu FC, Pagi di Gym, Sorenya Lapangan
 
Seluruh rumah sakit dan puskesmas rawat inap juga memberikan pelayanan kesehatan selama 24 jam. Selain itu, rumah sakit, puskesmas, PMI Bantul, dan Public Safety Center (PSC) 119 Bantul menyiapkan tim reaksi cepat atau Emergency Medical Team (EMT) beserta ambulans dan kelengkapannya untuk mengantisipasi masalah kesehatan dan kecelakaan lalu lintas.
 
“Seluruh fasilitas kesehatan juga wajib melaporkan pelayanan pemudik serta penanganan kecelakaan lalu lintas selama libur Nataru,” ujarnya.
 
Dinkes Bantul juga menyiagakan layanan kegawatdaruratan maternal dan neonatal, dengan menjadwalkan dokter spesialis obstetri dan ginekologi di rumah sakit PONEK maupun non-PONEK. Puskesmas PONED dan puskesmas rawat inap lainnya diminta menyiapkan petugas serta sarana prasarana pendukung.
 
Selain itu, puskesmas melakukan pemantauan kesehatan ibu dan anak, khususnya ibu dengan Hari Perkiraan Lahir (HPL) antara 18 Desember 2025 hingga 8 Januari 2026. Seluruh puskesmas dan rumah sakit juga diminta melaporkan kejadian potensial KLB melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR).
 
Kewaspadaan juga ditingkatkan terhadap potensi lonjakan kasus demam berdarah dengue (DBD), leptospirosis, hantavirus, dan malaria, termasuk melalui skrining malaria bagi masyarakat dengan riwayat bepergian dari daerah endemis. Selain itu, Dinkes Bantul mewaspadai peningkatan kasus penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi seperti campak, rubella, pertusis, difteri, dan ISPA.
 
“Puskesmas juga diminta meningkatkan pembinaan dan pengawasan di Tempat Pengelolaan Pangan (TPP) serta Tempat dan Fasilitas Umum (TFU) di wilayah kerja masing-masing selama periode libur Nataru,” tutupnya. (cin)
Editor : Sevtia Eka Novarita
#nataru #dinkes bantul #tenaga kesehatan #Libur NATARU #Bantul #puskesmas #Dinas Kesehatan (Dinkes)