BANTUL - Polres Bantul menyiapkan skema rekayasa arus lalu lintas secara menyeluruh guna mengantisipasi lonjakan kendaraan saat perayaan malam Tahun Baru 2026 di sejumlah jalur wisata utama.
Jalur tersebut meliputi kawasan Pantai Selatan (Parangtritis), destinasi wisata Dlingo, hingga Bukit Bintang. Selain itu, rekayasa juga dipersiapkan untuk menghadapi potensi bencana alam seperti banjir dan tanah longsor.
“Kami juga menyiapkan skema rekayasa lalu lintas darurat apabila terjadi bencana, mengingat jalur wisata di wilayah kami juga rawan bencana,” ujar Kasi Humas Polres Bantul Iptu Rita Hidayanto Selasa (16/12).
Titik rawan banjir di Jalan Parangtritis KM 21 Klegen, arus menuju Jogja akan dialihkan di Simpang 4 Paker ke kanan. Tembus Jalan Mangun Negoro dan Jalan Parangtritis. Sementara arus dari Jogja ke Parangtritis dialihkan melalui Simpang Tiga (S3) Sempalan Pundong menuju Jalan Mangun Negoro dan Jalan Siluk Kretek.
Di depan Mako Polsek Imogiri, arus dari Jogja akan dialihkan di S3 Patung Kuda melalui Siluk Imogiri, sedangkan arus dari Dlingo dialihkan melalui S3 Pundung menuju Jembatan Siluk Imogiri.
Untuk wilayah rawan longsor, di Argodumilah Piyungan arus dari Gunungkidul di S4 Patuk dialihkan ke arah Dlingo, sedangkan arus dari Prambanan menuju Gunungkidul dialihkan melalui Imogiri di S3 Piyungan ke arah barat.
Di Terong Dlingo, arus dari Bantul menuju Terong dialihkan melalui Jalur Mangunan. Sementara di Selopamioro Imogiri, arus menuju Gunungkidul dialihkan melalui S3 Siluk.
Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk pembukaan pintu dam, memasang papan petunjuk, serta melakukan public address saat pengalihan akibat bencana.
“Rekayasa darurat ini disiapkan agar proses evakuasi dan penanganan bencana dapat berjalan lancar,” pungkasnya.
Skema pengaturan saat terjadi kepadatan di jalur pantai selatan, khususnya Jalan Parangtritis, pengalihan arus akan diberlakukan di S3 Sempalan Pundong. “Apabila antrean sudah melewati Jembatan Kretek I,” jelasnya.
Pengalihan tersebut berlaku untuk kendaraan roda dua (R2) dan mobil penumpang (R4). Sedangkan bus serta kendaraan besar atau barang tetap diizinkan melintas melalui Jalan Parangtritis.
Sementara itu, arus kendaraan dari arah Parangtritis akan dialihkan melalui S3 Hotel Gandung dan S3 JJLS, kemudian lurus ke barat menuju Jembatan Kretek II.
Selanjutnya kendaraan diarahkan ke S3 Pengklik, dengan opsi belok kanan ke Jalan Bantul lurus menuju Jogja, atau lurus menuju Kulon Progo melalui Jembatan Kabanaran.
“Kami akan memasang traffic cone sepanjang kurang lebih 550 meter, mulai dari Pospam Parangtritis hingga TPR Baru, sebagai pembatas antara arus masuk dan keluar,” sebutnya.
Sementara di kawasan wisata Dlingo, khususnya tanjakan Watu Goyang, Polres Bantul akan berkoordinasi dengan Pokdarwis dan relawan untuk membentuk Tim Ganjal Ban.
“Bus dari Jalan Wonosari hanya diperbolehkan melintas Jalan Patuk–Dlingo di kawasan wisata Mangunan dan Songgo Langit, untuk menghindari risiko rem blong saat turunan,” katanya.
Adapun Jalur Imogiri-Dlingo hanya boleh dilalui kendaraan roda empat (R4) dan roda dua (R2) guna mencegah kecelakaan akibat kendaraan besar gagal menanjak. (cin/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita