BANTUL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul memastikan akan bergabung dalam proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL). Keputusan ini dinilai sebagai langkah paling efektif dan efisien dalam penanganan sampah jangka panjang.
Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul Agus Budiraharja menyebut, skema PSEL akan memangkas biaya operasional pengangkutan sampah sebab tidak menggunakan tipping fee. Selama ini anggaran pengelolaan sampah dihitung dari biaya transportasi hingga tipping fee ke tempat pembuangan akhir (TPA).
“Kalau sekarang kan cuma biaya transport, tanpa tipping fee, berarti masyarakat juga akan lebih murah,” sebutny saat ditemui di DPRD Bantul Senin (17/11).
Terkait tempat pengolahan sampah terpadu (TPST), penyesuaian akan dilakukan sesuai mekanisme dan standar operasional PSEL. Mulai dari sistem pemilahan, penimbangan, hingga ketentuan teknis lainnya.
“Tentu dibutuhkan juga semacam tempat sementara untuk depo, mungkin TPST saja berfungsi seperti itu,” lanjutnya.
Ia menegaskan tidak semua armada dapat langsung membuang sampah ke fasilitas PSEL. Pengangkutan diperkirakan akan menggunakan kendaraan berkapasitas besar.
“Tidak sembarang semua gerobak masuk ke sana. Harus truk minimal lima ton dan sebagainya,” terangnya.
Meski begitu, pelaku usaha kecil di bidang pengangkutan sampah tetap memiliki ruang untuk terlibat. Keberadaan mereka justru bisa lebih efisien karena hanya berfokus pada jasa transportasi. Tanpa perlu menanggung biaya tipping fee.
Bantul diperkirakan harus menyuplai 250 ton sampah per hari untuk kebutuhan PSEL. Jumlah tersebut memungkinkan bertambah seiring perluasan kerja sama antarwilayah di DIY.
Lokasi PSEL direncanakan dibangun di kawasan Bawuran, dekat TPA Piyungan. Di atas lahan milik Pemprov DIY yang sebelumnya juga dirancang untuk pengelolaan sampah berbasis kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU).
Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul Bambang Purwadi Nugroho mengatakan, progress PSEL masih dalam tahapan secara intens melakukan pencermatan dan penyusunan draft MoU dengan pihak Danantara didampingi Pemprov DIY dan Sekber Kartamantul.
Selain itu, Pemkab Bantul juga menyiapkan cut and fill lahan untuk lokasi PSEL, pembangunan akses jalan menuju lokasi. Kemudian penyediaan armada pengangkut sampah beserta biaya operasionalnya, depo sampah, serta memastikan ketersediaan volume sampah sesuai kebutuhan.
“Gap sampah yang ditangani saat ini di Bantul 95 sampai 100 ton per hari, timbunan sampah Bantul 400 ton per hari,” katanya. (cin/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita