BANTUL - Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul menyelenggarakan pemeriksaan kepada ibu hamil (bumil) dengan kandungan usia 28 minggu. Berupa skrining aktif reagen, HbeAg, dan HPV DNA untuk mencegah penularan pada janin. Hal ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari Hepatitis sedunia setiap 28 Juli.
"Bumil yang reaktif kami dilanjutkan dengan pengobatan," jelas Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Bantul Samsu Aryanto Selasa (29/7).
Menurut Samsu, pencegahan penyakit hepatitis bisa dilakukan dengan cara menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Kemudian cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, konsumsi makanan bergizi, olahraga rutin, dan istirahat yang cukup.
Selain itu, tidak berbagi penggunaan barang pribadi, contohnya alat makan dan alat mandi. Serta tidak mengonsumsi minuman beralkohol dan menggunakan napza. "Jika melakukan hubungan seksual yang aman. Misal hanya dengan satu pasangan resmi saja," tambahnya.
Jika ada pasien yang terkena hepatitis, akan langsung dirujuk ke RSUD Panembahan Senopati. Nantinya akan mendapatkan pengobatan tenofovir jika ditemukan hepatitis pada pasien yang sedang hamil.
Sementara jika terdapat gejala nyeri perut, mual muntah, demam, dan penurunan berat badan, bisa segera periksa ke dokter. Sebab gejala tersebut adalah gejala yang dialami oleh penderita hepatitis.
Tercatat Dinkes Bantul telah menemukan kasus reaktif hepatitis B sebanyak 24 kasus sepanjang 2025. "Dari 24 kasus yang ditemukan tidak ada yang meninggal," tuturnya. (cr2/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita