BANTUL - Sebanyak 230 wisatawan dilaporkan mengalami sengatan ubur-ubur di kawasan pantai Kabupaten Bantul. Jumlah ini tercatat sejak Juni hingga awal Juli.
Koordinator SAR Satlinmas Wilayah IV Bantul Muhammad Arief Nugraha menyebut, sebagian besar korban tersengat di kawasan Pantai Parangtritis. Jumlah korban bahkan mencapai 137 orang dalam sehari Senin (7/7).
Kondisi seluruh korban yang tersengat ubur-ubur, dipastikan aman. Sebab gatal dan kemerahan yang ditimbulkan dari sengatan, langsung dibersihkan dan diobati dengan salep.
Banyaknya ubur-ubur, lanjutnya, biasa terjadi saat peralihan musim hujan ke kemaru. Mengingat habitat ubur-ubur yang berada di tengah laut. “Mereka sampai ke tepian karena terdorong angin,” bebernya.
Menurutnya, tim SAR terus mengingatkan wisatawan agar berhati-hati dan menghindari keberadaan ubur-ubur di area pantai. Ubur-ubur sendiri memiliki bentuk menyerupai lonceng atau payung dengan tentakel menggantung di bawahnya.
“Kalau melihat makhluk bulat mirip payung atau lonceng di air, segera menjauh,” ucapnya.
Dia juga menekankan pentingnya kewaspadaan saat bermain air di pantai. Hingga saat ini, belum ada laporan wisatawan tenggelam atau terseret ombak selama liburan sekolah.
Menurutnya jumlah pengunjung meningkat drastis. Dia selalu mengimbau agar tetap berhati-hati saat bermain air. “Jangan sampai ada anggota keluarga atau teman yang hanyut,” pesannya. (cr2/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita