Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mengenal Afanin Naura, Anak Tukang Ojek yang Berhasil Diterima Beasiswa Kedokteran UMY

Fahmi Fahriza • Selasa, 8 Juli 2025 | 03:58 WIB

 

Afanin Naura
Afanin Naura

RADAR JOGJA - Bahagia dan seakan tak percaya masih menyelimuti Afanin Naura Faturrakhman, 19, calon mahasiswa baru yang dinyatakan lolos sebagai penerima beasiswa dokter di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Keperawatan (FKIK) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Juni lalu. Bagi Afa, sapaan akrabnya, ini bukan sekadar prestasi akademik, melainkan kemenangan besar atas keterbatasan.

Afa lahir dan besar di Ponorogo, Jawa Timur, sebagai anak kedua dari tiga bersaudara. Ayahnya, Muhammad Arif Faturrakhman, bekerja sebagai pengemudi ojek online, sementara sang ibu, Debbi Humaira Permatasari, ibu rumah tangga yang hobi merawat tanaman. Dengan penghasilan pas-pasan, pendidikan tinggi, apalagi jurusan kedokteran, sempat terasa terlalu jauh dari jangkauannya.


"Dari kecil saya mau jadi dokter, terinspirasi bude saya, dr Asna. Melihat beliau membantu banyak orang, saya juga mau seperti itu, bermanfaat bagi sesama," kata Afa kepada Radar Jogja Senin (7/7).

Baca Juga: 2025 Jadi Tahun Hak Cipta dan Desain Industri, UMY Ambil Langkah Serius
Namun mimpi besar itu datang bersama kesadaran akan realitas ekonomi keluarga. Sejak SMP, Afa mulai diarahkan sang ibu untuk giat belajar demi mengejar beasiswa. Kelas 1 SMA menjadi titik balik. Ia mulai berkonsultasi rutin dengan guru bimbingan konseling (BK) soal strategi masuk perguruan tinggi. Mulai dari target nilai rapor, prestasi non-akademik, hingga keaktifan organisasi.


"Saya sadar, kalau ingin jadi dokter, jalan saya beda. Saya harus kerja lebih keras dari yang lain," ujarnya.

Baca Juga: FKIK UMY Sadarkan Warga Patukan tentang Pencegahan Stunting 
Di SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo, Afa aktif di berbagai kegiatan, termasuk lomba sains, storytelling, hingga olimpiade. Salah satu pencapaian terbaiknya adalah Juara 1 Olimpiade Fisika tingkat kabupaten tahun 2024. Tak hanya fokus pada dirinya, ia juga sering mengajak teman-temannya belajar bersama.


"Ada kepuasan tersendiri saat bisa bantu teman. Saya percaya, kalau kita bantu orang lain, jalan kita juga akan dimudahkan," ucapnya.


Diakui Afa, kali pertama tahu informasi tentang soal Beasiswa Kedokteran UMY pada Desember 2024 dari ayahnya. Ia pun langsung mendaftar melalui jalur kader Muhammadiyah.


Prosesnya panjang, mulai dari seleksi administrasi online, dilanjutkan tes CBT, TKA, Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, wawancara, psikotest, tes buta warna, hingga tes minnesota multiphasic personality inventory (MMPI).


Tidak berhenti di situ, ada pula home visit dari pihak universitas ke rumahnya. Tidak lain untuk melakukan verifikasi lapangan dan mewawancarai orang tua serta ketua RT setempat.


"Alhamdulillah, Allah beri kelancaran. Setiap tahapan saya jalani dengan doa dan dukungan dari keluarga serta guru," tuturnya.


Perempuan kelahiran 6 Agustus 2006 ini mengungkapkan, pengumuman hasil seleksi pada 10 Juni 2025 lalu menjadi momen yang tak akan ia lupakan. Tangis haru meledak di rumahnya.


"Ayah saya sampai menangis diam-diam di kamar. Katanya nggak pernah nyangka anaknya bisa kuliah di fakultas kedokteran," cerita Afa.


Baginya, keberhasilan ini bukan semata hasil perjuangan pribadi. Ia menyebut banyak pihak yang terlibat, mulai keluarga besar, guru, sekolah, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Ponorogo, hingga teman-teman terdekat.


"Saat itu saya menangis bukan hanya karena soal tesnya sulit, tapi karena rasa syukur yang luar biasa," tuturnya.


Saat ini Afa tengah bersiap menjalani masa perkuliahan dengan tekad kuat. Ia memasang target pribadi untuk menyelesaikan studi dalam 3,5 tahun, dan berkomitmen mengikuti setiap aturan yang berlaku. Lebih dari itu, ia juga ingin kembali mengabdi melalui organisasi Muhammadiyah, yang telah menjadi bagian dari hidupnya sejak SD.


"Saya mau buktikan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk menyerah. Saya percaya semuanya mungkin, asal mau berusaha," tandasnya. (laz)

Editor : Herpri Kartun
#FKIK UMY #UMY #beasiswa