Insiden tersebut merenggut nyawa seorang anggota kepolisian, Iptu Parwoto, 53, warga Imogiri, Bantul, yang menjabat sebagai Panit II Binmas Polsek Imogiri.
Kasi Humas Polres Bantul, AKP I Nengah Jeffry Prana Widnyana menjelaskan, kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 04.30 itu melibatkan sebuah bus dan dua sepeda motor.
Bus dengan nomor polisi AB 1786 XX yang dikemudikan DF, 37, warga Imogiri, melaju dari arah selatan menuju utara di jalur utama.
Saat tiba di lokasi kejadian, sepeda motor Honda Vario AB 2208 ID yang dikendarai korban datang dari arah barat dan menyeberang ke timur.
Karena jarak yang sudah terlalu dekat, pengemudi bus tak sempat mengerem hingga akhirnya terjadi benturan.
"Korban terpental ke arah timur marka jalan," terang Jeffry.
Nahasnya, pada saat bersamaan, sepeda motor Suzuki Smash AB 3645 GG yang dikendarai TR, 68, warga Pandak, melaju dari arah utara ke selatan.
Sepeda motor tersebut kemudian menabrak tubuh korban yang sudah tergeletak di jalan.
"Akibat kejadian tersebut, korban meninggal dunia di lokasi," lanjutnya.
Bus mengalami kerusakan cukup parah di bagian depan, termasuk bemper penyok, kaca depan pecah, dan wiper bengkok.
Sepeda motor korban ringsek, sedangkan motor Suzuki hanya mengalami kerusakan ringan di bagian spakbor dan lampu belakang.
Peristiwa ini kini ditangani oleh Unit Gakkum Satlantas Polres Bantul untuk proses lebih lanjut.
Sebagai bentuk empati dan penghormatan terakhir, Kapolres Bantul AKBP Novita Eka Sari bersama jajarannya menyambangi rumah duka di Ketandan Tengah RT 8, Imogiri.
Dalam kunjungan tersebut, Kapolres menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya anggota Polres Bantul tersebut.
“Kami hadir untuk menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga,” ungkap Novita.
Ia turut mendoakan agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan keikhlasan. (cr2)
Editor : Bahana.