BANTUL - Komunitas Katupadumai di Kabupaten Bantul terus mengedepankan kegiatan sosial melalui program “Halte Sedekah,” yang memberikan manfaat kepada ratusan orang setiap pekannya.
Program ini telah berlangsung sejak pandemi Covid-19 pada tahun 2020 dan terus berlanjut hingga kini, dengan fokus pada pemberian bahan pokok serta kebutuhan lainnya.
Khusus di bulan Ramadan tahun ini, halte sedekah disediakan mulai siang menjelang sore di Jalan Srandakan, Palbapang, Bantul.
“Kami menyediakan bahan pokok seperti beras, sayur mayur, dan terkadang baju layak pakai,” ungkap Inisiator Komunitas Katupadumai Sujiyati Farid, Jumat (7/3/2025).
Sujiyati menjelaskan, keberadaan halte sedekah bertujuan untuk memberikan manfaat kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama di kalangan duafa.
Komunitas ini sendiri didirikan pada akhir 2016 dan kini dibantu oleh 13 relawan.
Selain bahan pokok mentah, nasi kotak juga disediakan, dan pendanaannya berasal dari sumbangan relawan saat ada pertemuan komunitas.
Meskipun donatur tetap masih minim, Sujiyati berharap semakin banyak pihak yang bergabung untuk memperluas dampak positif dari program ini.
“Sehari, bisa puluhan hingga ratusan orang yang menerima manfaat,” katanya.
Untuk menjaga distribusi yang adil, pengambilan bahan sedekah kini menggunakan sistem kupon, yang hanya berlaku untuk pengambilan sayuran.
Sebelumnya, program ini memungkinkan orang untuk mengambil bahan sedekah langsung, namun hal tersebut rentan disalahgunakan.
“Iya, dulu halte sedekah bisa langsung ambil tapi sekarang pakai kupon," terangnya.
Baca Juga: Bangunan Kapal Mendoan Tidak Ramah Disabilitas, Lift Nihil dan Hanya Ada Tangga
Sujiyati mengajak siapa saja yang ingin bergabung menjadi relawan untuk membantu dalam persiapan bahan pokok mentah.
Sedangkan untuk pengelolaan nasi kotak sudah dipercayakan pada pihak katering.
Komunitas ini bertujuan untuk terus memberikan dampak positif bagi warga Bantul yang membutuhkan.
“Warga Bantul masih banyak yang duafa atau tidak mampu. Sasaran dari halte sedekah memang sepenuhnya untuk kalangan tidak mampu,” tambahnya. (rul/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita