Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

70 Sekolah di Bantul Butuh Perbaikan

Sevtia Eka Nova • Rabu, 3 Januari 2024 | 14:00 WIB
GEDUNG TUA: Salah satu gedung sekolah yang mengalami kerusakan yakni di SD Negeri Semuten Dlingo, Bantul.
GEDUNG TUA: Salah satu gedung sekolah yang mengalami kerusakan yakni di SD Negeri Semuten Dlingo, Bantul.

RADAR JOGJA - Sebanyak 70 sekolah jenjang SD dan SMP di Kabupaten Bantul butuh perbaikan gedung. Dengan rincian 50 SD dan 20 SMP yang tersebar di seluruh kapanewon Bumi Projotamansari.

Hal ini karena rata-rata gedung sekolah sudah berusia 17 tahun atau lebih. Sebab pembangunan terakhir setelah adanya gempa 2006.

"Beberapa gedung sekolah harus segera mendapatkan perbaikan dari komponen ruang guru, kelas, perpustakaan, laboratorium, dan juga kamar mandi," beber Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Dikpora) Bantul Isdarmoko kemarin (2/1).

Menurutnya, kerusakan bangunan sekolah tidak hanya disebabkan akibat usia gedung. Namun juga bencana alam tahunan seperti hujan yang disertai angin kencang. Seperti yang menimpa SMP Muhammadiyah Banguntapan. “Merobohkan atap,” tuturnya.

Menurutnya, pihaknya telah mengajukan anggaran perbaikan sekolah untuk 2024. Jauh lebih besar dibandingkan tahun lalu. Hanya saja, dia belum memastikan akan ada berapa sekolah yang bisa diperbaiki tahun ini. "Data konkretnya setelah Sistem Informasi Rencana Umum (SiRUP) diterbitkan," katanya.

Meski demikian, Isdarmoko menyebut, upaya peningkatan kualitas pendidikan di Bantul bukan hanya tentang sarana dan prasarana. Namun juga harus didukung dengan tenaga pengajar dan birokrasi sekolah. "Faktor tanggung jawab orang tua terhadap anak juga penting untuk meningkatkan mutu pendidikan," katanya.

Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD Bantul Suratman mengatakan sekitar 70 persen sekolah di Bantul mengalami kerusakan dan butuh perbaikan. "Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) di Tahun 2023 memang belum mampu untuk mengatasi permasalahan itu," ujar Suratman.

Pihaknya dan Disdikpora Bantul telah berupaya menanyakan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun depan ke Kementerian Pendidikan untuk menangani kerusakan gedung sekolah. Dia berpendapat, alokasi APBD untuk pendidikan harus dinaikkan. Mengingat kerusakan yang akan bertambah parah sehingga menelan lebih banyak anggaran.

"Jika tidak sekarang, saya yakni lima tahun ke depan APBD kita tidak mampu menangani hal itu," tuturnya.

Pantauan DPRD Bantul, kerusakan terjadi pada tiang-tiang gedung, atap dan beberapa dinding tembok sekolah yang sudah retak. "Pembangunan gedung sekolah secara menyeluruhkan pasca-gempa, dan kondisi sekarang sudah tidak memungkinkan," ucapnya.

Suratman mengatakan, tahun lalu, APBD yang digelontorkan untuk pembangunan sekolah sebesar Rp 7 miliar. Dan baru 30 persen sekolah yang menerima anggaran perbaikan. (cr6/eno)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#perbaikan #sekolah bantul